SUKABUMI— Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membawa perubahan sosial, penguatan pendidikan karakter dinilai menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan dan keluarga. Kemudahan mengakses informasi melalui media sosial dan gawai harus diimbangi dengan pembentukan akhlak serta nilai keagamaan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri.
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, saat menghadiri Haul ke-76 Mama Ajengan KH Ahmad Sanusi yang dirangkaikan dengan Milad ke-92 Pondok Pesantren Syamsul Ulum, Sabtu (11/7).
Menurut Bobby, KH Ahmad Sanusi bukan hanya dikenang sebagai ulama dan pejuang kemerdekaan, tetapi juga teladan dalam membangun masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan penguatan moral. Nilai perjuangan yang diwariskan Pahlawan Nasional asal Sukabumi tersebut dinilai masih relevan menjawab tantangan zaman.
“Teknologi adalah keniscayaan, tetapi karakter harus tetap menjadi fondasi. Keteladanan KH Ahmad Sanusi mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan akhlak, adab, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai inilah yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, pesantren memiliki posisi strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus berintegritas, peduli sosial, dan bersemangat kebangsaan. Selama lebih dari sembilan dekade, Pondok Pesantren Syamsul Ulum telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemerintahan, dunia usaha hingga dakwah.





