KOTA SUKABUMI

Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Kota Sukabumi Mengkhawatirkan

×

Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Kota Sukabumi Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi ibu hamil

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mencatat, telah terjadi 12 kasus kematian ibu melahirkan sepanjang 2019 ini. Angka ini ternyata lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode Januari-OKtober 2019 lalu yang hanya 7 kasus.

“Dari data yang ada angka kematian ibu sepanjang 2019 sebanyak 12 kasus,” kata Plt Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih kepada wartawan, Kamis (28/11).

Bank bjb Tandamata

Masih dari sumber yang sama, untuk angka kematian bayi tercatat 33 kasus dari Januari hingga Oktober 2019. Hal ini pun menjadi perhatian lebih Pemerintah Kota Sukabumi. Ditargetkan pada 2020 nanti angka tersebut dapat nihil atau minimal menurun.

Sehingga, lanjut Rita, Dinkes Kota Sukabumi berupaya memperkuat standar pelayanan minimal (SPM) dalam bidang kesehatan. Terutama fokus dalam menekan angka kematian ibu dan anak.

Menurut Rita, ada sebanyak 12 jenis layanan dan mutu SPM kesehatan kabupaten/kota. Di antaranya mencakup pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan balita, pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar, pelayanan kesehatan pada usia produktif.

Selain itu kata Rita, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita hipertensi, pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat. Berikutnya pelayanan kesehatan orang terduga tuberculosis, dan pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi HIV.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, kesehatan adalah pelayanan yang paling utama yang harus diberikan kepada masyarakat. Sebabnya derajat pendidikan warga akan terhambat bila mereka alami gangguan kesehatan.

Berbagai pelayanan kesehatan sampai saat ini dirasakan oleh masyarakat. Harapannya ketika meningkat naik kelas maka akan terjadi peningkatan kinerja yang luar biasa.

Namun berdasarkan data angka kematian ibu cenderung meningkat pada 2018 lalu. Kasus kematian ibu pada 2019 sebanyak 12 kasus dan pada 2018 mencapai 7 kasus.

Sementara angka kematian anak mengalami penurunan. Pada 2017 sebanyak 45, 2018 sebanyak 34 kasus dan 2019 hingga Oktober 33 kasus. Ke depan pemkot akan terus menekan kasus kematian ibu dan anak.

Upayanya ungkap Fahmi, dengan penyediaan sarana pelayanan kesehatan, yang semakin baik dan mudah menyasar kepada masyarakat. Dinkes harus terdepan mengawal visi misi dan berbagai unggulan khususnya bidang kesehatan.

(rol/izo/rs)