SUKABUMI — Menjelang libur panjang Idul Fitri, jumlah penumpang di Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, anjlok hingga sekitar 40 persen. Hal ini, terjadi karena adanya larangan mudik dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Kepala Terminal KH Ahmad Sanusi, Kota Sukabumi Yukky Rahmat Yunus mengatakan, jumalah penumpang di Terminal Tipe A saat ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelum adanya pandemi Covid-19.
“Sebelum adanya pandemi Covid-19 jumlah penumpang saat menjelang lebaran selalu meningkat drastis bisa sampai 1.000 orang perharinya. Tetapi, saat ini paling banyak hanya 450 penumpang perhari,” kata Yukky kepada Radar Sukabumi, Kamis (29/4).
Menurut Yukky, penurunan jumlah penumpang ini terjadi karena adanya larangan mudik dari pemerintah pusat sehingga masyarakat baik dari Sukabumi maupun luar daerah tidak dapat bepergian. “Ya, terlebih saat ini kan ada larangan mudik sehingga jumlah penumpang mengalami penurunan,” imbuhnya.
Kendati demikian, armada baik bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) stanbay di Terminal Tipe A KH AHmad Sanusi. “Untuk kendaraan baik AKAP maupun AKDP selalu stanbay maekipun mungkin saat ini jumlah unitnya berkurang,” imbuhnya.
Disinggung soal, antisipasi penyebaran Covid-19 Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi sudah menggunakan alat genose untuk mengetahui kesehatan penumpang.
“Alat ini berasal dari Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dan kini sudah digunakan di terminal menjelang lebaran. Alat ini khusus untuk mendeteksi Covid-19 yang baru tersedia satu satu unit sehingga penggunaanya dilakukan sistem sampling terhadap 10 orang per harinya,” pungkasnya. (bam/t)






