Harga Tahu dan Tempe di Sukabumi Merangkak Naik

pedagang tahu di Pasar Pelita
Sejumlah pedagang tahu di Pasar Pelita Kota Sukabumi, saat melayani sejumlah pembeli, Senin (21/2).

SUKABUMI — Harga tahu dan tempe di Kota Sukabumi mulai mengalmi kenaikan hingga 10 persen lebih, bahkan keberadaanya pun semakin langka di pasaran.

Hal itu lantaran, imbas dari kenaikan harga kedelai yang mengakibatkan sebagaian pengusaha tahu dan tempe mogok produksi.

Bacaan Lainnya

Salah seroang pedagang tempe tahu di Pasar Pelita Kota Sukabumi, Dunipah (40) mengatakan, dirinya mendapatkan kabar dari paguyuban pedagang tempe dan tahu untuk tetap berjalan dan tidak melakukan demonstrasi.

“Saya tetap berjualan karena paguyuban bilang bahwa banyak pembeli tidak menghiraukan harga tempe naik,” kata Dunipah kepada wartawan, Senin (21/2).

Karena harga bahan baku tahu dan tempe meningkat, lanjut Dunipah, terpaksa para pedagang menaikan harga jual tahu dan tempe kepada para pembeli.

“Harga kedelai awalnya Rp8 ribu saat ini naik menjadi Rp12 ribu per kilogram. Karena itu, saya menjual harga tempe misalnya sebelumnya seharga Rp6 ribu perbatangnya saat ini dijual seharga Rp7 ribu.

Sementara, harga tahu yang sebelumnya hanya Rp4 ribu saat ini di jual Rp6 ribu perkantong,” paparnya.

Menurutnya, karena adanya peningkatan harga sehingga jumlah penjualan saat ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Bagaimana tidak, perhari biasanya bisa menjual dari belasan sampai puluhan batang tempe tatapi saat ini paling hanya beberapa saja.

“Ya, jumlah pembeli saat ini mengalami penurunan mungkin karena adanya kenaikan harga,” ucapnya.

Sementara itu, pedagang tempe dan tahu di Pasar Gudang, Kamal (55) mengaku, meski bahan baku tahu dan tempe mengalami kenaikan harga tetapi tidak meningkatkan harga jual.

“Saya tetap menjual dengan harga Rp4 ribu untuk harga tempe, tetap seperti kemarin tidak ada kenaikan harga, namun ukurannya saya perkecil.

Tujuannya agar langganan saya tidak kabur, soalnya dengan adanya kenaikan harga yang lumayan besar, pembeli akan enggan membeli tempe di lapak saya,” akunya.

Para pedagang tahu dan tempe berharap, agar harga kacang kedelai dapat kembali normal karena dengan adanya kenaikan bahan pokok tahu tempe tersebut para pedagang harus memutar otak agar para konsumen tidak merasa keberatan.

“Mudah-mudahan harga kedelai yang merupakan bahan pokok pembuatan tahu dan tempe ini bisa segera turun dan kembali normal,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan