Foto Both Imlek Jadi Ajang Selfie

  • Whatsapp
Salah seorang warga saat berfoto ria di both bernuansa Imlek yang disediakan Hotel Maxone Kota Sukabumi, belum lama ini. WAHYU/RADAR SUKABUMI

CIKOLE — Kemeriahan untuk menyambut tahun baru imlek tahun 2020 di Kota Sukabumi sudah sangat terasa. Berbagai pernak-pernik bernuansa serba merah yang menjadi ciri peryaan tersebut, nyaris menghiasi setiap pusat keramaian dan hotel-hotel.

Tidak hanya itu, untuk lebih menarik para pengunjungnya, mall atau hotel menyiapkan foto both untuk ajang selfie. Seperti halnya foto both yang disediakan di Hotel Maxone Jalan Siliwangi Kecamatan Cikole.

Bacaan Lainnya

Di lokasi itu, pihak hotel memasang berbagai ornamen menarik, seperti kursi untuk media berfoto, kilauan lampu dan puluhan lampion sebagai ciri khususnya.

Sales Manajer Hotel Maxone, Resdy mengatakan, foto both ini sengaja dibuat untuk ajang foto-foto para pengunjung hotel. Kendati demikian, banyak pula orang di luar hotel yang sengaja melakukan selfie atau foto bersama di both tersebut.

“Sejak awal bulan lalu kita buatkan dan banyak juga antusiasme pengunjung maupun warga yang berfoto ria disini,” ujar Resdy kepada Radar Sukabumi, (20/1).

Resdy mengaku, setiap tahun kerap mengadakan foto both ini dengan berbagai konsep. Kebetulan, untuk tahun ini konsepnya lebi didominasi oleh lampion yang juga menjadi ciri khas perayaan imlek. “Tidak hanya imlek, kita juga lakukan pada perayaan-perayaan besar lainnya,” aku dia.

Sementara itu, salah seorang pengunjung hotel, Lafadya Septari mengaku sengaja mendatangi foto both tersebut. Menurutnya, moment dengan berfoto di both ini jarang terjadi, sebab tidak banyak hotel yang menyediakan foto both. “Sengaja aja untuk koleksi. Tempatnya unik dan bisa ngambil angle foto dari sisi aman saja,” akunya.

Wanita yang kini berkarir di salah satu bank itu menambahkan, keberadaan both ini menjadi wahana edukasi untuk mengetahui keberagaaman budaya di Indonesia, khususnya di Sukabumi.

Apalagi perayaan imlek ini sudah diresmikan pemerintah sejak dulu dan sering dirayakan setiap tahunnya oleh berbagai kalangan masyarakat, khususnya warga Tionghoa. “Mari kita hargai perbedaan dalam kebhinekaan,” pungkasnya. (why)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *