KOTA SUKABUMI – Dua warga di Kampung Babakan, RT 03/01, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole terpaksa harus mendiami masjid untuk sementara waktu. Hal itu lantaran, rumah satu-satunya didiami pasangan suami istri tersebut roboh.
Informasi yang di dapat Radar Sukabumi, rumah semi permanen tersebut roboh karena terus-menerus diguyur hujan. Kondisi material rumah yang sudah lapuk, membuat rumah berukuran 10×6 meter persegi tersebut roboh. Tidak ada korban jiwa maupun luka, namun penghuni rumah terpaksa mengisi masjid sekitar lokasi kejadian.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi Zulkarkain Barhami mengatakan, laporan tersebut diterima sekitar pukul 08.00 WIB. Adapun kerusakan yang paling berat terdapat pada bagian atap dan tiang penyangga bangunan sehingga saat ini kondisinya condong (miring) ke bagian selatan.
“Rumah tersebut berukuran 10,5 x 6 meter persegi. Adapun penghuninya yaitu Ujang Syarif Hidayat (46) dan istrinya,” jelas Zulkarkain kepada Radar Sukabumi, kemarin (21/01).
Zulkarnain menjelaskan, robohnya rumah tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem dan hujan yang turun terus menerus beberapa hari kebelakang. Selain itu kondisi rumah tersebut sudah cukup tua dan banyak kerusakan sehingga tidak bisa menahan beban pada saat tertimpa hujan deras.
“Rumah tersebut sudah tidak memenuhi syarat layak huni. Terdapat beberapa kerusakan pada kontruksi bangunan yang sebagian besar menggunakan kayu dan bambu. Tiang-tiang penyangganya pun sudah lapuk,”jelasnya.
Zulkarkain mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas BPBD dilapangan serta aparat keamanan dan aparatur kelurahan setempat, rumah tersebut dinyatakan tidak bisa kembali dihuni. Untuk alasan keamanan penghuni terpaksa harus diungsikan.
“Untuk sementara waktu penghuni diungsikan di mesjid yang letaknya tidak jauh dari rumahnya dengan tujuan mengantisipasi hal-hal yang membahayakan jiwa penghuni,”ungkapnya.
Lebih jauh Zul menututurkan, perlu perbaikan yang serius agar rumah tersebut bisa dihuni kembali sebab rumah tersebut kondisinya sudah rusak berat. Jumlah kerugian masih dalam tahap pendataan.
“Saat ini korban membutuhkan bantuan kebutuhan dasar seperti logistik serta perbaikan terhadap rumah yang rusak agar bisa ditinggali kembali seperti sediakala,”pungkasnya. (upi/t)




