Bencana Alam Kabinformasi sukabumiKABUPATEN SUKABUMIKOTA SUKABUMI

Dua Lokasi Diamuk Si Jago Merah

×

Dua Lokasi Diamuk Si Jago Merah

Sebarkan artikel ini
TERBAKAR: Gudang rongsokan di Kampung Neglasari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, hangus terbakar, kemarin (15/5).

CIBADAK,RADARSUKABUMI — Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Sukabumi.

Kali ini, api melumat gudang rongsokan di Kampung Neglasari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, kemarin (15/5).

Bank bjb Tandamata

Akibat insiden ini, penjaga gudang, Ujang Samsudin (60), asal Kampung Segog, Desa Batununggal mengalami luka bakar pada bagian tubuh dan tangan sebelah kanan.

Sementara, kerugian disinyalir mencapai puluhan juta.

“Kejadian sekira pukul 02.35 WIB.

Ujang Samsudin yang saat itu sedang tidur di dalam gudang bangun karena melihat api di atap.

Api seketika merambat dengan cepat membakar barang-barang rongsokan yang mudah terbakar,” ungkap Kapolsek Cibadak, Kompol Suhardiman kepada Radar Sukabumi, kemarin (15/5).

Setelah itu, lanjut Suhardiman, korban berusaha menyelamatkan diri dengan menerobos kobaran api dan berjalan merangkak mendekati pintu gerbang hingga akhirnya korban berhasil ke luar gudang. Kemudian korban ditolong oleh warga dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Diduga api berasal dari korsleting listrik karena di atas atap gudang banyak kabel yang tidak tertata dengan rapi,” ujarnya.

Selain di Cibadak, api juga membakar rumah Mbah Oji (85), di Kampung Kuta, RT 3/3, Desa/Kecamatan Gegerbitung. Meski tidak ada korban jiwa, namun Oji mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Api diketahui negamuk sekira pukul 01.00 WIB dini hari dan diuga berasa
Koordinator Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna menerangkan, untuk kejadian di Cibadak, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 4.00 WIB, setelah dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pos Cibadak turun ke lokasi dan dibantu masyarakat sekitar.

Ditaksir kerugiannya mencapai Rp 70 juta. “Dalam insiden di Cibadak, satu orang langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kartika untuk mendapatkan perawatan medis karena mengalami luka bakar pada tubuh dan tangan kanannya,” terangnya.

Sedangkan di Gegerbitung, Daeng menyebutkan, api dipadamkan berkat kerjasama warga setempat. Namun karena alat yang digunakan seadanya, amukan api tak bisa diredam secara singkat hingga akhirnya rumah tersebut nyaris rata dengan tanah.

“Mbah Oji diperkirakan mengalami kerugian sampai Rp50 juta.

Alhamdulillahnya tidak sampai memakan korban jiwa,” jelasnya.

Pihaknya menghimbau, masyarakat harus lebih waspada ketika hendak meninggalkan rumah, apalagi saat Ramadan.

Tak dipungkiri kasus kebakaran kerap terjadi dengan penyebab paling banyak korsleting listrik, tungku maupun kompor gas.

“Kami menghimbau masyarakat lebih waspada ketika meninggalkan rumah.

Jika terjadi bencana serupa ataupun lainnya dapat menghubungi pemerintah setempat,” pungkasnya.

(bam/d)