“Bisa kita lihat, saat ini perkembangan usaha berbasis online cukup pesat. Hanya dengan menggunakan smartphone saja bisa melakukan bisnis. Dan ini jika diterapkan pada industru usaha kecil bakal menjadi peluang,” terangnya.
Tidak hanya tentang pemasaran, permodalan bagi para pelaku usaha kecil menengah ini bisa difasilitasinya dengan pihak perbankan. Karana memang, biasanya persoalan permodalan menjadi kendala yang menghambat pertumbuhan usaha kecil menengah itu.
“Tentunya, kendala-kendala yang dihadapi para pelaku usaha kecil kami bantu. Melalui pelatihan, pembinaan agar kualitas hasil, pemasaran hingga permodalannya baik. Dengan begitu, secara langsung bakal berdampak pada masyarakat Kota Sukabumi,” imbuhnya.
Sementara itu, Firman (40) salahsatu pelaku usaha kecil menengah asal Kecamatan Warudoyong mengaku, pemasaran produknya menjadi kendalanya saat ini.
Dengan begitu, dirinya meminta perhatian dari pemerintah agar prodak hasil usahanya bisa menembus pasar luar. “Ya memang, kendala kami sebagai pelaku usaha yakni soal pemasaran dan permodalan.
Kami berharap keterlibatan dan perhatian dari pemerintah dapat memperlancar usahanya,” singkatnya. (Cr15/d).





