KOTA SUKABUMI

Diskominfo Kota Sukabumi Bekali Pengelola Medsos OPD Desain Grafis Berbasis Teknologi

×

Diskominfo Kota Sukabumi Bekali Pengelola Medsos OPD Desain Grafis Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini
Diskominfo Kota Sukabumi Bekali Pengelola Medsos OPD
Pelatihan optimalisasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi, Selasa (30/6).

SUKABUMI — Upaya memperkuat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, terus digencarkan. Salah satunya melalui pelatihan optimalisasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi bersama Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Kini, pelatihan tersebut telah memasuki hari ketiga pelaksanaan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Diskominfo Kota Sukabumi sejak pekan lalu ini, diikuti para pengelola media sosial dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi, termasuk perusahaan umum daerah. Pelatihan ini, menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas konten digital pemerintahan di era perkembangan teknologi yang semakin pesat.

bank BJB

Dosen Teknik Informatika UMMI, Sigit Senjaya menjelaskan materi yang diberikan pada hari ketiga berfokus pada pemanfaatan AI dalam pembuatan desain grafis. Teknologi AI harus dipahami sebagai alat bantu yang mampu mempercepat proses kreatif, bukan menggantikan peran desainer.

“AI ini hanya membantu, tidak mengganti desainer grafis itu sendiri. Bagaimana AI bisa mempermudah pembuatan desain grafis,” kata Sigit kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Sebanyak 84 peserta tercatat mengikuti pelatihan ini dengan sistem pembagian kelompok kecil. Setiap sesi diisi maksimal 15 orang, sehingga materi teori dan praktik dapat disampaikan lebih efektif dan interaktif. Antusiasme peserta pun terlihat tinggi selama pelatihan berlangsung.

Ke depan penggunaan AI akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dunia kerja, termasuk dalam pengelolaan informasi dan media sosial pemerintahan. “Berbagai platform AI seperti Claude, ChatGPT, dan Gemini kini semakin banyak digunakan untuk menunjang produktivitas,” paparnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa optimalisasi AI memerlukan dukungan anggaran yang memadai, terutama untuk mengakses layanan premium yang dinilai memiliki kualitas lebih baik dibanding versi gratis.

“Ke depannya tidak akan terlepas dari Artificial Intelligence. Tapi memang ada tingkatannya, ada yang berbayar dan gratis. Berbayar itu kualitasnya semakin baik. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa menyediakan AI yang berbayar,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, para pengelola media sosial perangkat daerah diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan efektivitas kerja, mempercepat produksi konten, serta memperkuat komunikasi publik yang lebih kreatif dan informatif.

“Semoga setelah pelatihan ini, para PIC perangkat daerah bisa langsung mengaplikasikannya untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan,” tukasnya. (Bam)