SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, terus mencetuskan berbagai inovasi demi meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Kali ini, instansi yang dinahkodai Reni Rosyida Muthmainnah mensosialisasikan Apilikasi Satu Sehat kepada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).
Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Sukabumi, dr Lulis Delawati menjelaskan, sosialisasi Apilikasi Satu Sehat ini Dinkes langsung menghadirkan narasumber Digital Transformation Office (DTO) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan diikusi peserta dari semua klinik maupun tempat praktek mandiri dokter. “Apilikasi Satu Sehat ini, merupakan transpormasi sistem kesehatan di Indonesia,” paparnya.
Hal itu, lanjut Lulis, selaras dengan program yang tengah digaungkan Kemenkes dimana terdapat enam pilar yaitu, layanan primer, rujukan, pembiayaan, Sumber Daya Manusia (SDM), sistem ketahanan dan pilar teknologi informasi. “Nah, saat ini kami merealisasikan pilar terakhir yakni, teknologi dan informasi dimana semua sistem informasi itu dihubungkannya melalui apilikasi,” cetusnya.
Terlebih, sambung Lulis, dengan adanya Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) nomor 24 tahun 2022 bahwa semua Fasyankes wajib memiliki rekam medik elektronik. “Karena itu kami mendorong semua Fasyankes baik klinik maupun tenpat praktrek mandiri dokter dan tempat praktek dokter gigi untuk memiliki rekam medik elektronik dan mengkoneksikannya melalu apilikasi,” cetusnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Lulis berharap, dapat meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Semoga dengan adanya upaya ini pelayanan kesehatan bisa lebih baik lagi,” harapnya. (Bam)Penjabat Walikota Sukabumi Sisir Pembangunan Rutilahu






