Pemerintah Kota Sukabumi

Penjabat Wali Kota Sukabumi Sisir Pembangunan Rutilahu

×

Penjabat Wali Kota Sukabumi Sisir Pembangunan Rutilahu

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Sukabumi Rutilahu
Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji saat melakukan pengecekan pembangunan Rutilahu di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kamis (26/9).

SUKABUMI – Penjabat (Pj) Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji melakukan pemantauan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong. Hal itu, dilakukan untuk melihat progres pembangunan.

Dalam kunjungan tersebut, Kusmana Hartadji selain didampingi Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sukabumi, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Sony Hermanto, Camat Warudoyong dan Lurah Benteng.

Bank bjb Tandamata

“Pemantauan ini, untuk memastikan program Bantuan Provinsi (Banprov) Jabar berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran,” ungkap Pj Walikota Sukabumi, Kusmana Hartadji kepada Radar Sukabumi, Kamis (26/9).

Program ini, lanjut Kusamana, merupakan salah satu upaya pemerintah kota untuk meningkatkan kualitas hunian warga, khususnya yang berada dalam kondisi rumah yang tidak layak. “Di Kelurahan Benteng, terdapat lima rumah yang mendapatkan bantuan dari program ini,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kusmana mengapresiasi terhadap peran serta masyarakat yang secara aktif berswadaya membangun rumah mereka. “Meskipun anggaran terbatas, masyarakat memiliki keinginan yang kuat untuk berswadaya, memperbaiki rumah agar layak huni dan nyaman untuk ditempati,” ujarnya.

Ia menambahkan, program Rutilahu di Kota Sukabumi mencakup lima kecamatan dengan target penyelesaian pada bulan Oktober 2024. Selain mengapresiasi keterlibatan masyarakat, Pemkot Sukabumi juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam program ini, termasuk peran RT dan RW yang berperan dalam mengusulkan rumah-rumah yang layak mendapatkan bantuan.

“Ini merupakan hasil dari kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk para ketua RT dan RW yang mengusulkan dan memvalidasi rumah-rumah yang akan dibantu,” imbuhnya.

Kusmana menegaskan, bantuan yang diberikan melalui program Rutilahu hanya bersifat stimulan. Namun, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Bantuan stimulan ini memberikan dorongan awal bagi warga untuk memperbaiki kondisi rumah mereka, namun perbaikan penuh tetap membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat sendiri,” cetusnya.

Kusmana berharap, seluruh pihak baik dari pemerintah maupun masyarakat, dapat bekerja sama dalam menyelesaikan program ini tepat waktu. “Dengan target selesai pada Oktober 2024, kami optimis bahwa program ini akan berjalan sesuai rencana dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga,” tutupnya. (Bam)