Dewan Desak Keluarkan Perwal Sampah Plasik

Hanya segelintir DPRD Kota Sukabumi yang mengikuti Paripurna DPRD Kota Sukabumi dalam agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Jumat (16/8). IST

CIKOLE, RADARSUKABUMI.com– Ketua DPRD Kota Sukabumi, Yunus Suhandi mendorong pemerintah Kota Sukabumi untuk segera mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) mengenai pengurangan sampah plastik. Soalnya hal tersebut berkaitan dengan lahan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Kota Sukabumi yang semakin menyempit. ” Iya harus secepat mungkin Perwal itu dikeluarkan, agar pengurangan sampah bisa tereleminir,” ujar Yunus, kemarin (17/7).

Dengan adanya Perwal itu kata Yunus, nantinya mengatur ritel atau minimarket serta pusat perbelanjaan tidak diperkenankan memberikan plastik sebagai tempat belanja. Warga diminta untuk membawa tempat belanja dari rumahnya masing-masing. ” Nanti supermarket hingga toko-toko tidak diperkenankan menyediakan plastik sebagai tempat belanja. Tapi bisa menggunakan bahan lain yang mudah terurai,” terang dia. “Plastik itu kan terurainya sampai puluhan tahun beda dengan kertas atau bahan lainnya,” sambungnya
Selain itu dari segi ekonomi, pengurangan kantong plastik disinyalir bakal menguntungkan kepada UMKM yang ada di Kota Sukabumi. Dimana, para UMKM itu bisa membuat tempat belanja yang bukan dari plastik. “Bisa saja UMKM itu diperdayakan untuk membuat kantong belanja, pemerintah yang memfasilitasinya, UMKM berkembang,” jelasnya. Untuk itu, pihak meminta Pemerintah Kota Sukabumi untuk secepatnya menerbitkan Perwal tersebut. Setidaknya bisa mengurangi beban TPSA di Cikundul.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Setda Kota Sukabumi, Een Rukmini mengaku dalam waktu dekat ini akan menterbitkan Perwal mengenai pengurangan sampah. Hal tersebut sebagai bukti dan komitmen Pemerintahan setempat dalam mengatasi permasalahan sampah plastik.”Saat ini perwal tersebut dalam tahan kordinasi penandatanganan. Direncanakan bulan ini selesai, “ujarnya.

Een menjelaskan, Perwal tentang sampah plastik itu akan mengatur penggunaan kantong plastik di pertokoan, supermarket dan mini market. Nantinya pihak supermarket tidak menyediakan kantong plastik bagi konsumen.”Nanti konsumen harus membawa kantung belanja sendiri dari rumah, ” katanya.

(bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan