SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pasca penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), Bus Wisata Ayo Jalan-jalan ka Kota Sukabumi (Ajak Kami) atau Si Pinki diserbu warga lokal maupun luar daerah.
Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, di hari biasa sedikitnya 200 orang membeli tiket Bus Wisata Ajak Kami sedangkan saat akhir pekan jumlahnya bisa mencapai 400 orang lebih.
“Animo masyarakat sangat bagus, terlihat dari banyaknya yang datang membeli tiket Bus Wisata Ajak Kami ini. Terlebih mungkin warga butuh hiburan setelah penerapan PSBB berlangsung beberapa waktu lalu,” ungkap Bendahara Koperasi Wisata Kota Sukabumi, Beni Susepin kepada Radar Sukabumi, Selasa (4/8).
Menurut Beni, bagi warga yang hendak berjalan jalan keliling Kota Sukabumi denganenggunakan Bus Wisata Ajak Kami ini untuk anak-anak ditarif Rp10 ribu dan orang dewasa Rp20 ribu.
“Dengan tarif ini, selain bisa berjalan-jalan juga kami memberikan minuman. Banyak warga dari daerah Cianjur dan Kabupaten Sukabumi yang membeli tiket untuk keliling Kota Sukabumi memanfaatkan Bus ini,” paparnya.
Adapun, jadwal pemberangkatan yakni, pada pukul 8.30 WIB, pukul 10.30 WIB, pukul 13.00 WIB, pukul 15.00 WIB dan pukul 16.00 WIB. Sedangkan rute jalan yang digunakan diantaranya, Jalan Jalur Lingkar Selatan, Jalan Pabuaran, Jalan Cemerlang, Jalan Bayangkara dan jalan lainnya seputar Kota Sukabumi.
“Keliling kota paling sekitar 1,5 jam juga sudah sampai lagi. Untuk rute perjalananya berubah-ubah sesuai permintaan,” imbuhnya.
Demi perkembangan Bus Wisata Ajak Kami ini, sambung Beni, pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi agar segera menerbitkan regulasi terkait pengoperasian bus wisata tersebut lantaran hingga saat ini belum ada regulasinya. “Kami sudah mengusulkan regulasi pengoprasian bus wisata ini dari jauh hari, hingga saat ini regulasi yang berbentuk Perwal tersebut belum diterbitkan,” imbuhnya.
Beni menambahkan, dengan beroperasinya bus ini akan dapat membantu pemerintah dalam hal pemulihan ekonomi. Karena memang, tidak sedikit para pedagang, pelaku UMKM terbantu karena pengoprasian bus tersebut.
“Kami rasa, ini membantu untuk pemulihan ekonomi. Karena memang, banyak para pedagang di spot-spot tertentu yang kami kunjungi itu terbantu, selain itu UMKM dan parawisata juga terbantu,” pungkasnya. (bam/rs)





