Banyak UMKM Belum Daftar PIRT

SUKABUMI– Dari ribuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tercatat di Kota Sukabumi, hanya 200 produk UMKM saja yang telah memenuhi persyaratan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Hal tersebut disebutkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Ritanenny. Menurutya, masih banyak UMKM yang belum memiliki izin PIRT. Padahal, izin PIRT diperlukan agar pemasaran produk UMKM semakin luas dan berkembang.

Bacaan Lainnya

“Kalau untuk jumlah keseluruhan UMKM saya kurang tahu, tapi yang jelas yang sudah terdafar di dinkes baru ada 200 produk.

Oleh karenanya kita lakukan penyuluhan ini dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan terhadap masyarakat serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang produksi pangan.

Sehingga UMKM lain bisa mendapatkan PIRT ini,” kata Ritanenny kepada Radar Sukabumi, kemarin (19/10).
Menurutnya, jumlah pendaftaran PIRT tiap tahunnya meningkat. Sedikitnya 30 UMKM mempunyai kesadaran untuk mengurus PIRT ke Dinkes Kota Sukabumi.

Selain mempunyai kesadaran untuk mengurus PIRT, para peserta penyuluhan memiliki pengetahuan tentang cara produksi pangan yang baik, jenis bahaya pangan, bahan tambahan pangan, pemahaman tentang hygiene sanitasi dan pengelolaan modal usaha yang benar. Serta mampu meningkatkan kualitas.

“Sampai saat ini, masih banyak yang belum terdaftar di PIRT, oleh karenanya penyuluhan ini pun penting diikuti. Karena ini salah satu syarat untuk mendapatkan PIRT.

Minimal para pelaku usaha memahami tentang maknan yang layak dan sehat untuk dikonsumsi ,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Sukabumi, Achmad Fachmi menyebutkan dalam rangka mendongkrak UMKM yang ada di Kota Sukabumi, maka harus dijaga kualitasnya salah satunya melalui PIRT yang diusung oleh Dinkes. Sehingga layak untuk dikonsumsi masyarakat.

“UMKM kita semakin tumbuh banyak, saya juga kaget sekarang makin banyak yang baru lagi, ini memang pendataannya belum baik di kita. Untuk PIRT kan hanya untuk olahan yah, yang keawetannya tujuh hari,” sebutnya.

Ini pun menjadi salah satu kendala produk UMKM tidak bisa dipasarkan secara luas. Karena perizinannya banyak yang belum diurus. Hal ini tentu sangat berpengaruh. Orang yang ngerti tentang PIRT tidak akan mau beli produknya.
“Yang tidak ada PIRT-nya tidak akan bisa masuk ke mini market atau supermarket,” tutupnya. (cr11/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.