SUKABUMI – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi, berakhir ricuh, Kamis (8/10).
Dari pantauan Radar Sukabumi, kericuhan bermula ketika mahasiswa memaksa masuk ke dalam Gedung DPRD namun dihalau petugas kepolisian hingga terjadi aksi saling dorong dan pelemparan.
Karena massa semakin beringas, Polres Sukabumi Kota menyemprotkan water canon hingga massa pun berhamburan. Akibatnya, sejumlah masa aksi mengalami luka akibat bentrokan tersebut.
Berdasarkan data dari RSUD Syamsudin SH, mahasiswa yang menjadi korban saat melakukan unjuk rasa ke DPRD Kota Sukabumi sebanyak delapan orang yang dilarikan ke RSUD Syamsudin SH.
Mereka dikategorikan luka ringan. “Semuanya 8 orang, 7 orang lainnya sudah pulang. Sementara 1 orang lagi masih dirawat dilakukan observasi,” ujar Case Manager keluhan dan informasi RSUD Syamsudin SH, dr Yusuf Ginanjar.
Adapun untuk korban tersebut diantaranya, berinisial Al yang merupakan mahasiswa STKIP PGRI Sukabumi luka ringan bekas pukulan, Dn mahasiswa STISIP Syamsul ulum kepala robek bekas benda tumpul (pukulan), Ib mahasiswa kampus ekonomi di Sukabumi luka di robek di kepala 4 jahitan, An mahasiswa Nusa Putra kepala benjol dan kaki sama tangan memar, Pr mahasiswa STIE PGRI Sukabumi luka ringan di kepala, Gl mahasiswa STISIP Syamsul Ulum luka ringan di bagian punggun belakang sama dada akibat pukulan dan yang terakhir mahasiswi STIE PGRI luka ringan.
Ketujuh mahasiswa ini korban dari bentrokan kedua yang terjadi di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi.
Satu mahasiswa lainnya, adalah korban dari ricuh pertama di depan DPRD Kota Sukabumi yaitu mahasiswa berinisial Pc dari STKIP PGRI Sukabumi. (bam/t)






