98 Koperasi Dibekukan

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Ayep Supriatna.

CIKOLE, RADARSUKABUMI.com – Dinas Koperasi, Perdagangan, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Suakbumi bakal membekukan koperasi yang tidak aktif. Pasalnya, dari 325 koperasi yang berdiri di wilayah setempat, hanya ada 192 yang aktif dan yang sudah melaksanakan Rapat Anggaran Tahunan (RAT) hanya ada 80 koperasi.

Sedikitnya akan ada 98 koperasi yang akan dibekukan dalam waktu dekat ini,” ujar Kepala DKPUKMP Kota Sukabumi, Ayep Supriatna, saat menghadiri peringatan hari koperasi ke 72 tahun 2019 tingkat Kota Sukabumi, di salah satu Hotel di Kota Sukabumi, kemarin (7/8).

Bacaan Lainnya

Ayep mengungkapkan, koperasi yang sekarang sudah tidak aktif mayoritas merupakan koperasi masyarakat. Hal itu terjadi karena koperasi masyarakat tidak memiliki kegiatan ekonomi yang berjalan dengan baik. “Selain koperasi masyarakat ada juga dari bidang koperasi simpan pinjam dan beberapa bidang lainnya,” jelas dia.

Ayep berharap, dengan adanya peringatan hari koperasi tingkat Kota Sukabumi yang diisi dengan seminar tentang ilmu perkoperasian, dapat memicu semangat masyarakat untuk kembali menggerakan koperasi. Sehingga koperasi di Kota SUkabumi dapat kembali meningkat. “Tadi juga di informasikan tentang program – program untuk koperasi dari kementrian juga pemerintah daerah. Harapan kami penggerak koperasi di Sukabumi dapat semangat kemali membangun koperasinya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Sukabumi, Andri Hamami mengatakan, Koperasi sangat penting bagi Pememintah Kota Sukabumi. Pasalnya, koperasi menjadi penggerak ekonomi yang dominan di masa mendatang. DIrinya pun menargetkan Kota Sukabumi akan menjadi kota koperasi di masa mendatang. “Pemerintah Kota Sukabumi akan terus berupaya meningkatkan dan mengembangkan koperasi yang masih ada. Selain itu juga Kami akan mendorong pembentukan koperasi baru yang berbasis UMKM,” kata Andri.

Dijelaskan Andri, pemerintah melalui Kementerian KUKM RI sedang gencar melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap koperasi. Kebijakan itu untuk melahirkan koperasi yang lebih berkualitas, sekaligus menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. “Koperasi sangat penting. Sebab, Koperasi adalah penggerak ekonomi masyarakat,”singkatnya.

(upi/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *