Evakuasi sarang tawon ndas ini, sambung Zulkarnain, harus dilakukan pada malam hari lantaran jika pada siang hari kawanan tawon tersebut akan melakukan perlawanan dengan mengejar dan menyerang orang yang mengganggunya dengan sengatan yang menyakitkan.
“Proses evakuasi selalu dilakukan pada malam hari, karena kalau siang hari kita rawan untuk kesengat,” paparnya.
Menurutnya, dalam melakukan evakuasi tawon ndas petugas dilengkapi dengan mengenakan pakaian anti sengat sekujur tubuh termasuk helm dan sepatu boot dengan peralatan tongkat panjang yang ujungnya diberi sumbu untuk membakar sarang tawon.
“Tentunya kami juga tidak mau gegabah dalam melakukan evakuasi harus mengutamakan keamanan sehingga dilengkapi dengan alat pelindung diri lengkap,” imbuhnya.
Dijelaskan Zulkarnain, tawon ndas atau vespa affinis ini bukanlah tawon madu, melainkan tawon predator yang memiliki kemampuan memasukkan racunnya ke tubuh manusia sehingga bisa menyebabkan hiper alergi dan apabila hiper alergi tidak segera ditangani akan berlanjut menjadi anafileksis hingga sistemik atau merusak organ hanya dalam hitungan hari.






