Kedua, mendukung terwujudnya kelestarian lingkungan dari kemungkinan pencemaran udara yang diakibatkan penggunaan kendaraan bermotor dan ketiga, memberikan pelayanan umum kepada masyarakat,” terangnya.
Dalam setiap tahunnya, seluruh pemilik angkutan umum maupun sopirnya selalu diberikan pembinaan, bahkan diberikan apresisasi.
Dalam pembinaan itu, seluruh driver dan pemilik angkot diarahkan bagaimana cara meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarkat.
“Setiap tahun kita selalu ada pemilihan sopir teladan, tapi untuk sopir tembak itu kami tidak bisa intervensi lebih. Yang jelas, kami terus awasi mereka dilapangan,” pugkasnya.
(upi/d).





