Warga Sukamantri Idap Tumor Ganas

  • Whatsapp
Adah (58) warga Kampung Sukamatri RT (5/2) Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, saat merintih kesakitan akibat penyakit yang dideritanya.

RADAR SUKABUMI — Nasib malang menimpa Adah (58) warga Kampung Sukamatri RT (5/2), Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, hanya bisa berbaring dan merintih kesakitan akibat penyakit tumor ganas yang sudah lama dideritanya.

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, istri dari Eman Sulaeman (68) ini sudah dari 2019 lalu menderita penyakit tumor ganas di bagian mata sebelah kanannya. Pengobatan pun sudah kerap dilakukan keluarga dibantu pemerintah desa setempat, namun hasilnya belum maksimal.

Bacaan Lainnya

“Awalnya, istri saya mengeluhkan sakit mata. Selang beberapa waktu, terdapat benjolan di pelipis mata dan terus membesar. Kami pun dibantu pemerintah desa dan komunitas sosial untuk pengobatannya, tapi karena penyakitnya sudah parah sehingga harus dilakukan kemo di RS Hasan Sadikin Bandung,” ungkap Eman saat disambangi Radar Sukabumi di rumahnya,  (14/4).

Karena keterbatasan ekonomi, lanjut Eman, keluarga tidak bisa berbuat banyak. Meski, pengobatan menggunakan BPJS Kesehatan namun, pihak keluarga kesulitan untuk biaya transportasi dan biaya sehari-hari selama di rumah sakit.

“Ini saja seharusnya jadwal kemo itu tanggal 13 April, tetapi karena tidak punya biaya sehingga tidak bisa berangkat ke Bandung. Dari komunitas yang membantu untuk pemberangkatan juga susah dihubungi, kalau tidak jadi berangkat, sepertinya harus menunggu lama lagi untuk jadwal kemo nya,” paparnya.

Eman mengaku, kebingungan untuk biaya transportasi dan biaya menunggu selama di rumah sakit. “Jangankan untuk biaya transprotasi, untuk makan sehari-hari saja sudah menunggu pemberian dari anak. Karena saya sudah lama tidak bekerja,” ujarnya.

Eman berharap, ada pihak lain yang bisa memberikan bantuan untuk pengobatan istrinya tersebut. “Mudah-mudahan ada yang orang dermawan membantu pengobatan istri saya. Dan kami harap pemerintah desa bisa membantu lagi sehingga istri saya bisa segera di kemo,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamantri, Cecep Andi Rusmawan mengatakan, dari jauh hari pemerintah desa sudah membantu pengobatannya hingga ke RS Hasan Sadikin Bandung.

“Kami sudah mengurus sampai ke Bandung periksa ke Cicendo. Awalnya diurus pake fasilitas gakin, alhamdulillah sampe dua kali berobat bolak balik Cicendo, trus dibawa ke RS Salamun buat scan. Terakhir ke pihak keluarga ada yang datang dari relawan SKP mau membantu. walaupun dalam penanganan SKP untuk urusan transfortasi ambulance masih kami yang bantu,” ungkapnya.

Menurutnya, pemerintah desa akan segera mengecek kembali kondisi warganya yang membutuhkan bantuan. “Tapi saat ini masih dalam penanganan Komunitas SKP sehingga kita masih menunggunya, tapi kalau ada kendala tentunya kami bakal segera turun tangan, karena sudah menjadi kewajiban kami,” pungkasnya. (bam/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *