PALABUHANRATU – Setelah ramainya informasi adanya temuan makam makam yang diduga palsu di sekitaran kampung baru, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi mengundang reaksi dari warga sekitar.
Pasalnya sebagian besar warga tidak mengetahui bahwa disekitar lingkungan tidak jauh dari tempat tinggalnya terdapat puluhan makam makam yang diduga palsu dibuat seseorang yang mengaku dari Banten.
Sehingga, Jumat, (20/8) bersama jajaran forum komunikasi pimpinan kecamatan Palabuhanratu, bersama sama warga sekitar kembali mendatangi lahan yang dijadikan lokasi kebedaraan makam makam yang diduga palsu tersebut, yang kemudian sejumlah warga membongkarnya, terlihat kepala desa Citepus, TNI, Polri serta unsur terkait lainnya.
Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri mengatakan kedatangannya melakukan pengecekan kelokasi awalnya menerima laporan dari masyarakat adanya praktek dugaan perdukunan, karena di lokasi telah ditemukan puluhan diduga makam makam palsu. Untuk itu pihaknya akan mendalami temuan, tujuan dan maksud dari orang yang membuat hal tersebut, hingga membuat geram masyarakat.
“Sementara kita mengamankan yang bersangkutan demi keamanan dan keselamatan daripada amuk massa, kita bawa dulu ke mako, kita dalami seperti apa motif atau motivasi yang bersangkutan,” terangnya.
“Masyarakat terlihat membongkar makam makam ini, karena mereka tidak setuju adanya tempat ini dibuat yang bersangkutan seperti mes atau tempat tinggal yang bersangkutan,” ucapnya singkat.
Ditambahkan Kepala Desa Citepus Koswara saat diwawancara mengungkapka berdasarkan informasi yang didapatnya dari warga dan viralnya di media sosial masyarakat sekitar mengaku sangat kaget, bahwasannya diwilayah mereka tinggal ternyata terdapat makam makam yang dibangun secara sengaja, bukan makam yang pada dasarnya didalamnya terdapat jenazah.
“Tapi ini tanah yang digunduk gunduk dibentuk semirip mungkin makam. Menurut pengakuan orang yang telah membuat itu, setelah tadi ngobrol, dia itu untuk berziarah, ke leluhur atau karuhun, dan juga mungkin menyusur katanya petilasan petilasan seperti itu,” jelasnya.
“Tadi menurut pengakuannya ada petilasan prabu siliwangi seperti itu disini, sehingga masyarakat begitu geram dapat informasi bahwa disini ada makam makam maka masyaralat berbondong bondong untuk memusnahkan makam makam yang berada disini yang dibuat se ada adanya,” imbuhnya.
Ditegaskan Koswara, jika hal ini terus di biarkan dan tidak dilakukan pembinaan kepada orang yang telah membuat makam makam diduga palsu tersebut menjadi kekhawatiran dikalangan masyarakat sekitar yakni penyesatan dan praktik perdukunan.
“Jadi khawatir ini menjadi salah satu penyesatan terhadap masyarakat, dijadikan praktek perdukunan disini, sehingga membuat masyarakat resah dan gaduh dan hari ini berbondong bondong memusnahkan yang diduga makam makam palsu ini,” bebernya.
“Sebetulanya memang yang bersangkutan tidak diketahui ada disini, dia itu izin ke pemilik garapan ini, izin untuk menggarap lahan mengolah lahan, untuk dijadikan lahan pertanian, tapi setelah viral yang pemilik garapan ini juga mereka kaget,” sambungnya.
Sementara itu Peltu Ahmad anggota koramil Palabuhanratu yang juga Babinsa desa Citepus mengatakan tidak hanya perwakilan dari pemerintah kecamatan, kabupaten yang datang, namun juga turut ketua RT dan RW termasuk kepala desa mengecek dan memastikan keberadaan makam makam yang diduga palsu, dan diangga sebagai tempat penziarahan ilegal.
“Itu tujuan dan maksud keberadaan tidak jelas, makanya kami sama warga datang kesini mau klarifikasi betul gak, dan sudah menanyakan ke orangnya, ternyata jawabannya tidak jelas, dan dia tanpa izin mendirikan bangunan dan makam makam pun dia yang bikin, palsu berarti,” timpalnya.
“Harapan kami mungkin di daerah Citepus ini tidak ada kegiatan kegiatan yang tidak diinginkan, ini juga tadisempat memicu kemarahan warga, makanya tadi diredam pihak TNI Polri. Kita sebetulnya syukur alhamdulillah karena ada kita. warga intinya bisa diredam,” imbuhnya.






