Berdasarkan pengakuan dari pembuat makam makam yang diduga palsu, Jawi mengaku berasal dari Banten, sudah 5 bulan berada dilokasi tersebut hanya untuk melaksanakan ziarah mendoakan ahli kubur dan para leluhurnya dan tidak pernah menganggap keberadaan makam tersebut, tapi hanya sebagai petilasan.
“Saya mah cuman ziarah doang, mendoakan ahli kubur dan karuhun khususnya, kalau ini menurut makam, saya tidak pernah berbicara ini makam, karena saya hanya petilasan, untuk ziarah pribadi,” tegasnya.
“Belum pernah bawa satu orangpun kesini, ziarah pribadi itu maksudnya kita mendoakan ahli kubur, karena kita adalah tugas, karena ini sejarah Lebak cawene, cuman orang tertentu yang tahu, tidak semua sejarah diberitahukan lewat media ataupun lewat buku sejarah, hanya orang-orang tertentu,” bebernya.
Kalapun saat ini makam makam dan padepokan tersebut di bongkar warga, J merasa tidak ada persoalan, karena sejauh ini Ia belum pernah membawa ataupun mengaka orang lain ikut.
“Kalau saya sudah beginimah tinggal pulang doang, disini itu ada beberapa petilasan bapak Prabu Siliwangi, Ibu Ratu Sekar jagat, ibu ratu Sekar Arum, yang lainnya mah enggak tahu, terlalu jauh,” kata Jawi.
“Kalau masalah bangunan, tadinya juga udah ada, saya mah enggak tahu, masuk ke sini saya izin dulu, karena saya ngontrak, pasti saya izin, termasuk bersihin lahan ke sini juga izin, dan di izinin,” tandasnya. (Ndi).






