SUKABUMI — Di tengah sorak-sorai penghargaan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah ramah anak, sebuah kabar duka menyayat hati. NZ, remaja berusia 13 tahun asal Jampangkulon, ditemukan meninggal dunia dengan dugaan kuat adanya tindak kekerasan. Tragedi ini bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap sistem perlindungan anak.
Video yang beredar di media sosial membuat kasus ini cepat menyedot perhatian publik. Dari ruang legislatif, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi, tampil lantang menyuarakan desakan agar aparat penegak hukum segera mengungkap pelaku. “Kami tidak tinggal diam. Sejak awal, kami langsung berkoordinasi dengan dinas terkait dan aparat hukum. Kasus ini harus dikawal sampai tuntas,” ujarnya penuh penekanan.
Ferry tak menutupi kekecewaannya. Baginya, kematian NZ adalah tamparan keras bagi Sukabumi yang baru saja menyandang predikat Kabupaten Layak Anak. “Ini menambah catatan kurang baik. Jangan hanya pendampingan pasca-kejadian, tapi harus ada strategi pencegahan yang nyata,” tegasnya.
Dugaan sementara mengarah pada lingkup internal keluarga, sebuah fakta yang membuat kasus ini semakin kompleks. DPRD menekankan pentingnya transparansi agar akar masalah bisa diurai. Di sisi lain, Polres Sukabumi bergerak cepat dengan menaikkan status kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan. Publik kini menunggu kepastian: siapa pelaku di balik tragedi ini.






