CIKAKAK – Diduga alami penganiayaan oleh majikannya, Sri Erni Juniarti (40) warga Kampung Cimaja, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi dikabarkan meninggal dunia di Suriah.
Dugaan meninggalnya Sri Ernu Juniarti tersebut disampaikan, keponakan korban Bambang Permadi (34) keberangkatan bibi nya menjadi tenaga kerja dengan tujuan luar negeri sekitar tahun 2022, awalnya tidak diketahui pasti tujuan negara mana, namun, sekitar satu tahun kemudian diketahuilah bibinya kerja di Suriah.
“Iya tahu nya setahun setelah berangkat, kurang lebih 1 tahun, katanya sudah ada majikan,” ungkap Bambang Permadi.
“Kabar terakhir yang saya tahu di tanggal 19 – 20 kemarin dari KBRI Suriah bahwa almarhum itu sudah meninggal dunia. Informasi meninggalnya katanya terjatuh saat bekerja dan pendarahan di otak,” sambungnya.
Dijelaskan Bambang Permadi, sebelum didapat kabar bibinya meninggal dunia, beberapa hari sebelumnya atau sekitar tanggal 14 September 2024 sempat berkomunikasi dengan almarhum atau korban, setelah itu sekitar tanggal 19 September 2024 keluarga mendapat kabar dari pihak KBRI Suriah bahwa beliau telah meninggal di tanggal 14 September.
“Beliau (korban- red) curhat ditinggal 14 itu, bahwa beliau disiksa oleh majikannya sempat dipukul kepalanya sama panci sampai berdarah,” jelasnya.
Bahkan, kata Bambang Permadi, sebelum di kabarkan meninggal dunia, bibinya sempat minta didoakan agar majikannya menjadi baik, sementara untuk gaji pihak keluarga baru menerima kiriman satu kali di tahun 2023.
“Untuk tahun sebelumnya tidak ada, untuk tahun ini juga tidak ada. Cuma saya dapat informasi kemarin bahwa gaji nya almarhum ada dikedutaan katanya 1 tahun,” paparnya.
“Almarhum meninggalkan suami dan tiga orang anak, anak paling besar itu kisaran kelas 5 SD, yang paling kecil baru PAUD mungkin umur 5 tahun. Belum ada kabar almarhum dipulangkan, jenazahnya masih disana (Suriah – red),” ucapnya.






