KABUPATEN SUKABUMI

14 Pahlawan Devisa Negara Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Luar Negeri

×

14 Pahlawan Devisa Negara Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). JawaPos.com
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

SUKABUMI – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, mencatat belasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Sukabumi, dilaporkan meninggal dunia saat tengah bekerja di luar negeri.

Berdasarkan data yang tercatat di Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, sepanjang awal Januari 2024 sampai awal November 2024 ini, terdapat 14 warga Kabupaten Sukabumi yang bekerja sebagai buruh migran di luar negeri, telah dinyatakan meninggal dunia.

Bank bjb Tandamata

Hal demikian, disampaikan Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Ahli Muda pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Elly Widianingsih kepada Radar Sukabumi.

 Bahwa menurutnya, 14 PMI asal Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia ini, diketahui asal warga Kecamatan Gegerbitung satu orang yang bekerja di Korea Selatan, satu warga dari Kecamatan Cikembar bekerja di Saudi Arabia, satu warga dari Kecamatan Bantargadung bekerja sebagai ABK di sebuah kapal yang ada di Korea, satu orang dari Kecamatan Nagrak bekerja di Negara Malaysia, tiga orang asal Sagaranten yang bekerja di Saudi Arabia, satu orang asal Kecamatan Gunungguruh, dua orang asal warga Kecamatan Surade bekerja di Saudi Arabia, satu orang asal warga Cisolok bekerja di Suriah, satu warga dari Kecamatan Sukabumi bekerja sebagai scamer online di Kamboja dan satu orang dari Kecamatan Jampang Kulon serta satu orang PMI asal Kecamatan Jampangtengah yang bekerja di Saudi Arabia sebagai sopir.

“Dari belasan PMI asal Kabupaten Sukabumi yang meninggal dunia itu, dua PMI diantaranya meninggal karena kecelakaan kerja di Korea. Yakni, dari warga Kecamatan Gegerbitung meninggal karena tergilas mesin. Sementara, satu lagi dari warga Bantargadung meninggal saat kecelakaan kerja di laut. Karena, ia bekerja sebagai ABK.