RADARSUKABUMI.com – SURADE – Puluhan siswa sekolah luar biasa (SLB) yang berkebutuhan khusus di Kecamatan Surade mendapatkan pelatihan simulasi bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, kemarin (16/1). Kegiatan ini dimaksudkan agar para siswa dan guru sigap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.
Seorang Anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (Rapi) Lokal 8 Sukabumi Selatan, Sudrajat mengatakan, sebelum melakukan simulasi bencana, para guru SLB Negeri Surade terlebih dahulu mengikuti workshop penanggulangan bencana alam. “Sekitar 60 siswa berkebutuhan khusus mengikuti simulasi bencana pada hari ini. Mereka supaya sigap ketika sewaktu-waktu bencana terjadi,” jelas Sudrajat kepada Radar Sukabumi, kemarin (16/1).
Simulasi bencana untuk siswa berkebutuhan khusus ini, sambung Sudrajat, ditekankan pada pengetahuan soal tanggap bencana kebakaran dan gempa bumi. “Nantinya diharapkan, ketika terjadi bencana alam, mereka langsung sigap dan cepat menanggulanginya,” paparnya.
Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, cuaca ekstrim yang melanda wilayah Sukabumi Selatan telah menyebabkan beberapa bencana alam. Baik itu longsor maupun banjir. Untuk meminimalisir dan mengurangi resiko bencana, maka BPBD Kabupaten Sukabumi melakukan simulasi bencana dengan sasaran siswa yang berkebutuhan khusus.
“Simulasi bencana ini dilaksanakan agar siswa dan para guru bisa lebih peka terhadap situasi. Diharapkan, mereka tahu apa yang harus dilakukan bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam,” jelasnya.
Ia menambahkan, wilayah Sukabumi Selatan merupakan daerah yang paling rawan bencana. Untuk mendukung progran sekolah dan menciptakan situasi aman, maka dipandang perlu dilakukan pelatihan simulasi bencana. Sehingga anak-anak berkebutuhan khusus ini mengetahui bagaimana cara menjaga diri dan menyelamatkan diri saat terjadi bencana.






