Ramadan memang membawa penyesuaian dalam program MBG. Menu dibuat lebih ringan agar bisa dibawa pulang dan disantap saat berbuka. Namun, di sinilah tantangan muncul: pengemasan, daya tahan makanan, hingga persepsi visual menjadi faktor krusial.
Di balik polemik singkong dan kurma, tersimpan cerita tentang ekspektasi, komunikasi, dan harapan besar orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka. Program MBG bukan sekadar soal makanan, melainkan tentang kepercayaan masyarakat pada janji pemerintah: bahwa setiap anak berhak mendapatkan gizi yang layak.(den/d)






