Aksi Heroik Anggota Polsek Sukabumi, Aipda Hadi Susanto
Mak Engkom (75), warga Kampung Parungseah Lebak, RT 2/3, Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi adalah satu dari sekian ribu potret warga miskin penuh duka nestapa di Kabupaten Sukabumi. Selain kehidupan ekonomi yang terbatas, juga penyakit jantung yang terus menggerogotinya. Beruntung, ada polisi yang berbaik hati untuk menolongnya. Seperti apa aksi polisi itu?
Dendi Koswara, Sukabumi
Sudah hidup bertahun-tahun di ‘istana reyodnya’. Mak Engkom pun cukup lama pula menderita penyakit jantung. Ia dan suaminya, Minta (78) sudah tak berdaya menjalani tantangan hidup. Ia tinggal berdua di rumah yang berukuran sekitar 7 X 5 meter. Sementara anak cucunya dikabarkan berada di luar daerah karena alasan kerja dan urusan rumah tangga.
Sakit jantung yang dialami Mak Engkom akhirnya dipertemukan Tuhan dengan seorang Bhabinkamtibmas Desa Parungseah, Polsek Sukabumi, Aipda Hadi Susanto. Aipda Hadi Susanto bisa dikatakan pahlawan bagi Mak Engkom dan suaminya. Berkat aksi sigap Aipda Hadi, setidaknya Mak Engkom sempat merasakan bagaimana rasanya diobati di rumah sakit.
“Saya pertama kali mengetahui Mak Engkom sakit berdasarkan laporan dari warga, saat kami melakukan patroli untuk menjalankan tugas Babinkamtibmas. Waktu itu, ada warga melaporkan katanya Mak Engkom sakit sudah lama dan belum pernah diobati,” kata Aipda Hadi Susanto kepada Radar Sukabumi akhir pekan kemarin.
Dengan sigap, Aipda Hadi merangkul dan membawa Mak Engkom ke rumah sakit.
“Saya sempat kewalahan ketika membawa Mak Engkom untuk ke rumah sakit karena Mak Engkom ragu untuk dibawa. Tapi Alhamdulillah setelah dibujuk, akhirnya Mak Engkom kami bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamsudin Kota Sukabumi, pada Selasa 24 Oktober lalu,” terangnya.
Hasil dari pemeriksaan tim medis di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, ujar Hadi, Mak Engkom mengidap penyakit jantung. Hal tersebut, terbukti karena hampir disekujur tubuhnya dingin dan bergetar.
“Besar kemungkinan ia sering tidur di lantai. Memang kondisi rumahnya sangat mengkhawatirkan. Bangunan yang terbuat dari anyaman bambu, gentingnya banyak yang bocor dan kayu penyangganya sudah lapuk. Bahkan, ketika hujan tiba, hampir semua ruangan bocor,” bebernya.
Saat ini, kondisi kesehatan Mak Engkom sudah kembali normal setelah mendapatkan perawatan dan tim medis RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi.
“Mak Engkom dirawat selama empat hari di rumah sakit, sekarang sudah ada di rumahnya lagi. Kasian Mak Engkom ini, tinggal hanya dengan suaminya yang sudah lansia. Sementara, anak-anaknya banyak yang tinggal di luar kota,” pungkasnya. (*/t)





