“Bagi saya ada orang yang melihat sisi lain, saya katakan belum dapat hidayah. Allah memberikan hidayah kepada orang yang berusaha membuka hatinya untuk menerima petunjuk dan tidak menyangsikan kebenaran, “jelasnya.
Sebagai politisi, sangat membutuhkan Al-Quran untuk dijadikan sebagai pedoman dalam setiap aktivitasnya. Karena, sebagai pejuang politik itu harus dijadikan sebagai lahan pengabdian.
“Berbuat dulu baru melanjutkan kemudian, bukan berjanji dahulu melupakan kemudian. Itu bukan contoh pemimpin, karena kepentingan menjadi pemimpin bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tetapi lebih kepada untuk kepentingan umat untuk melanjutkan kebaikan, “tukasnya.
Terakhir, memilih pemimpin itu tidaklah berdasarkan Keluarga, teman, sahabat atau orang-orang dekat kita saja. Tetapi Islam mengajarkan pemimpin yang akan dipilih itu, yang pertama adalah orang yang terjamin ketaqwaannya dan kecintaannya pada islam, kemudian pemimpin yang tegas, lugas dan mau mengorbankan hartanya untuk kepentingan agama dan umat.
“Karena ketika pemimpin itu sudah baik agamanya, maka dia yakin bahwa akhir hidupnya adalah akhirat. Maka dia akan selalu berbuat kebaikan dan berlaku sesuai ajaran agama Islam, “tandasnya. (hnd)






