SUKABUMI – Satu unit rumah milik Pak Emed (47) di Kampung Ciganas, RT 02/RW 09, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar dilalap si jago merah hingga nyaris rata dengan tanah.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Miky kepada Radar Sukabumi mengatakan, bencana kebakaran rumah tinggal yang terjadi pada Minggu (13/08) malam tepatnya sekira pukul 21.30 WIB itu, api diduga berasal dari tungku api.
“Berdasarkan pengakuan dari pemilik rumah. Yakni, Pak Emed, bahwa api diduga berasal dari tungku api. Jadi, saat kejadian pemilik rumah sedang pergi ke warung,” kata Miky kepada Radar Sukabumi pada Senin (14/08).
Api diketahui oleh warga sekitar sudah dalam kondisi membesar dan membakar bagian atap rumah korban. “Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka pada bencana kebakaran rumah tingggal itu. Lantatan, saat kejadian kondisi rumah tengah dalam keadaan kosong. Hanya saja, bamgunan rumah semi permanen itu, hangus terbakar hingga nyaris rata dengan tanah,” paparnya.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, ia mengaku langsung berkoordinasi bersama perangkat Desa Nagrak Utara dan aparatur Kecamatan Nagrak, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Damkar Pos IV Cibadak dan relawan desa guna assessment ke lokasi kejadian. “Kami bersama Damkar Pos IV Cibadak dan masyarakat setempat gotong royong membantu peroses pemadaman,” ujarnya.
Berkat kerjasama semua pihak, akhirnya api berhasil dipadamkan. Namun rumah dan isinya habis terbakar. Ini, terjadi lantaran setiba petugas gabungan tiba di lokasi kejadian kondisi api sudah membesar dan membakar bangunan rumah korban.
Terlebih lagi, bangunan rumah tersebut mayoritas terbuat dari material yang mudah terbakar. “Sehingga, dalam kurun waktu sekitar 30 menit lamanya, api langsung melalap semua bangunan beserta isi rumahnya,” bebernya.
Ia menambahkan, saat ini warga bersama petugas gabungan tengah membersihkan material bangunan rumah yang habis terbakar tersebut. Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah melaporkan kejadian kebakaran itu kepasa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
“Pak Emed itu, tinggal di rumahnya seorang diri. Saat ini, korban untuk sementara waktu telah mengungsi di rumah saudaranya,” pungkasnya. (Den)






