“Ya kalau melihat fakta seperti ini, kami menduga ada indikasi korupsi. Warga berharap, pihak yang terkait segera turun tangan. Lakukan proses sebagaimana mestinya,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Semnetara (PJs) Kepala Desa Sukaraja mengaku telah menerima protesan dari warga mengenai proyek pemeliharaan jalan lingkungan di kampung tersebut.
“Berdasarkan koordinasi kita dengan tim TPKD, memang ada persoalan dalam perhitungan yang kurang untuk kebutuhan material bangunan. Yang seharusnya membutuhkan 2 ton aspal, ini hanya ada 1 ton. Sehingga dalam pekerjaannya pun tidak sampai tuntas,” akunya.
Selain itu, alasan lain soal rusaknya jalan lingkungan itu ialah akibat terkendala cuaca. Dengan kondisi yang terus diguyur hujan, membuat pekerjaan pun terganggu. Dampaknya, saat ini dari target yang seharusnya pekerjaan jalan barus bisa terselesaikan sepanjang 330 meter.
“Pembangunan seharusnya selesai dalam waktu satu hari kerja. Namun karena hujan deras, pekerjaan pun terganggu. Seperti aspal banyak yang beku dan akhirnya tidak merata,” bebernya.
Meski demikian, pihaknya mengaku akan melakukan perbaikan kembali di lokasi proyek pemeliharaan jalan lingkungan tersebut, sesuai dengan harapan warga.





