“Kami yakin, pelaksanaan kegiatan ini tidak sesuai dengan spesifikasi. Perhatikan saja, panjang yang seharusnya 400 meter, paling yang ada sekarang ini cuma 300 meter. Belum lagi ketebalannya yang sangat tipis,” imbuhnya.
Selain itu, warga di desa ini juga sangat menyesalkan dengan sikap pemerintah desa yang kurang transparan dalam hal anggaran desa selama ini.
Padahal untuk zaman sekarang, transparansi anggaran pemerintah desa sudah sangat dianjurkan. “Iya begitu (kurang transparan, red). Tuntutan kami, kalau jalan ini tidak diperbaiki dalam waktu dekat, maka kami akan demo ke desa,” pungkasnya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua RT setempat, Giri. Ia meyakini, pekerjaan proyek pemeliharaan jalan lingkungan yang dikerjakan tim pelaksana kegiatan (TPK) Desa Sukaraja itu asal-asalan.
Hal ini terbukti dari ketebalan aspal yang sangat tipis dan juga tidak merata. Sehingga otomatis, kualitas jalan pun akan sangat buruk. “Lihat saja, tingginya ada sekitar 1 centimeter dan kondisi jalan sudah rusak lagi. Ini bukti, pekerjaan ini tidak sesuai dengan aturan,” timpalnya.
Menurutnya, anggaran yang mencapai puluhan juta itu harusnya bukan lagi hanya pengerasan, melainkan pengaspalan. Sehingga, ia dan juga warga lainnya menduga proyek jalan itu sarat dengan tindakan penyelewengan.





