KABUPATEN SUKABUMI

Petugas Damkar Sukaraja Sukabumi Taklukan Piton 4 Meter Pemangsa Mangsa Ayam

×

Petugas Damkar Sukaraja Sukabumi Taklukan Piton 4 Meter Pemangsa Mangsa Ayam

Sebarkan artikel ini
Damkar Sukaraja Sukabumi
Sejumlah petugas saat mengevakuasi ular piton sepanjang 4 meter dan berat 7 kilogram di salah satu kandang ayam milik warga

SUKABUMI – Warga Kampung Gentong Babakan, RT 006/RW 005, Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan kemunculan seekor ular di kandang ayam salah seorang warga pada Selasa (08/07) pagi.

Komandan Peleton Pokso VI Sukaraja pada Dinas Damkar Kabupaten Sukabumi, Ade Feri kepada Radar Sukabumi mengatakan, sekira pukul 07.18 WIB, salah seorang warga bernama Asep Yadi dari kampung tersebut telah datang dan melaporkan ke Posko Sukaraja, bahwa di kandang ayam miliknya, terdapat seekor ular piton atau dalam bahasa latinnya disebut Malayphyton Reticulatus.

Bank bjb Tandamata

“Kemudian kami respons dengan mengirimkan 2 orang anggota, yaitu saudara Okke Prawira Dilaga dan saudara Angga Aprida Yasmun yang sudah dibekali dengan keahlian khusus, untuk melaksanakan evakuasi binatang liar dan berbisa kelokasi tersebut,” kata Ade kepada Radar Sukabumi pada Selasa (09/07).

Saat sudah tiba dilokasi, kedua anggota segera melaksanakan evakuasi terhadap binatang melata tersebut dengan cara dikeluarkan dari kandang ayam, untuk diamankan. “Iya, karena posisi ular tersebut dalam kedaan kenyang setelah memangsa anak ayam, jadi tidak terlalu ada perlawanan dalam proses evakuasinya,” ujarnya.

“Ular piton itu, memiliki panjang sekitar 4 meter dan berat 7 kilogram yang kemungkinan sudah memangsa anak ayam peliharaannya warga,” bebernya.

Setelah ular tesebut diamankan, sambung Ade, kemudian ular tersebut dimasukan kedalam karung. Selanjutnya mereka bawa ke Posko Sukaraja, untuk diserahkan ke komunitas JSI (Jaga Satwa Indonesia ) untuk dilepas liarkan kembali ke alam, dalam rangka menjaga keseimbangan ekologi. “Nah, sebelum balik kanan ke posko, terlebih dahulu kami melakukan penyisiran dilingkungan tersebut untuk memastikan tidak ada lagi binatang sejenis di wilayah tersebut,” paparnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, bilamana menjumpai binatang liar, baik itu dari jenis ular atau yang lainnya, agar jangan mencoba mengevakuasi sendiri, apalagi jika tidak dibekali dengan keahlian khusus evakuasi binatang liar dan berbisa, lebih baik segera melaporan ke posko damkar terdekat atau ke komunitas pecinta satwa lainnya.

“Iya, itu harus dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, salah satunya misalkan tergigit, yang mana bila kita tidak tahu hal apa yang harus dilakukan saat tergigit, misalkan oleh ular piton tadi akan berakibat sangat fatal, bahkan bisa berpotensi membahayakan jiwa,” tukasnya.

Apalagi dengan anomali cuaca saat ini yang tidak menentu, telah berdampak terhadap cara hidup dan prilaku binatang tertentu. Salah satunya, Damkar Pos Sukaraja kerap sekali mendapatkan laporan, merupakan kemunculan ular piton yang masuk ke lingkungan manusia.

“Iya, itu entah mencari makanan atau dia mencari tempat untuk berkembang biak. Jadi, ular piton tidak berbisa tapi gigitannya dapat sangat merusak dan mengakibatkan pendarahan hebat pada luka gigitannya,” pungkasnya. (Den)