SUKABUMI – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi, menyoroti pelayanan dan kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa (TBM). Pasalnya, sejauh ini perusahaan berpelat merah tersebut belum mampu memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat dan belum bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ketua PC PMII Kota Sukabumi, Bahrul Ulum mengungkapkan, saat ini PC PMII Kota Sukabumi melakukan audensi untuk mempertanyakan kinerja PDAM. “Karena, masyarakat Kota Sukabumi tidak puas dengan pelayanan dan Kinerja PDAM Tirta Bumi Wibawa,” ungkap Bahrul kepada wartawan, Selasa (9/7).
Lanjut Bahrul, seharusnya dengan penyertaan modal dasar sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2021 yang dikucurkan Pemerintah Kota Sukabumi sebesar Rp129.578.466.325.00 dapat meningkatkan kinerja PADM. “Penyertaan modal ini, sesuai dengan BAB II Pasal 2 dan 3 bertujuan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian dan pembangunan daerah, meningkatkan pelayanan air bersih atau air minum, meningkatkan kinerja PDAM yang efektif dan efesien dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Namun, temuan survei melalui metode penelitian sampling dibeberapa kelurahan. Tenyata dilapangan jauh dikata berhasil,” bebernya.
Seyogyanya, sambung Bahrul, dengan jumlah modal yang sudah digelontorkan pemerintah, PDAM Tirta Bumi Wibawa mampu memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat Kota Sukabumi. “Selain itu, dengan jumlah 21.000 konsumen seharusnya PDAM sudah dapat mendongkrak PAD Kota Sukabumi. Lantaran, dengan jumlah total konsumen yang ada taksiran omset per bulannya mencapai Rp1,7 miliar dengan taksiran per tahun Rp20,4 miliar. Seharusnya itu sudah mampu meningkatkan PAD, tapi pada paktanya masih nihil,” imbuhnya.
Bahrul menilai, dengan anggaran yang sudah digelontorkan baik melalui APBD, APBN, hibah pemerintah pusat serta omset rata-rata perbulan mencapai Rp1,7 sampai Rp2 miliar tersebut harusnya sudah mampu menyumbang PAD Kota Sukabumi dan peningkatan pelayanan yang saat ini belum mampu dilakukan. “Kami berharap untuk selanjutnya hal-hal tersebut dapat segera dicapai,” cetusnya.
Menanggapi hal itu, Kabag pelayana PDAM Tirta Bumi Wibawa, Asep Apudiin mengaku saat ini PDAM belum dapat berbuat banyak terhadap peningkatan PAD Kota Sukabumi. Karena, jumlah 21.000 pelanggan masih termasuk PDAM kecil. “Kalau berbicara dengan PAD, bisa menutup kewajiban setelah PDAM menengah dengan jumlah 30.000 konsumen. Karena, saat ini jumlah pelanggam masih di bawah jadi kita belum punya kewajiban. Tetapi, tentunya air ini tidak gratis. Karena itu, PDAM baru bisa berkontribusi fiskal seperti, bayar pajak air tanah, air sumur bor dan air permukaan. Kalau untuk PAD belum bisa kontribusi,” timpalnya.
Sebab itu, sambung Asep, saat ini PDAM terus menggalakan program sambungan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu, dilakukan guna meningkatkan jumlah konsumen di Kota Sukabumi. Terlebih, dari jumlah total masyarakat yang ada baru sekitar 9,71 persen dan sisanya masih belum menjadi konsumen. “Jadi masih ada peluang sekitar 93 persen dari jumlah KK (Kepala Keluarga) yang ada di Kota Sukabumi. Karena itu, kami terus menggencarkan program MBR dan tahun ini saja targetnya sekitar 1.000 pemasangan baru,” tukasnya. (Bam)






