Pengadilan Negeri Cibadak Sukabumi Vonis Pelaku Pencabulan dan Pembunuhan Bocah asal Kadudampit  9 Tahun

Pelaku Pencabulan dan Pembunuhan di Sukabumi
(14) yang merupakan pelaku berstatus ABH saat memperagakan aksi pemerkosaan hingga membunuh seorang bocah berusia 7 tahun asal Kecamatan Kadudampit

SUKABUMI – S (14) pelaku kasus tindak pidana pencabulan hingga menyebabkan seorang bocah berinisial MA (7) di wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, akhirnya divonis kurungan penjara 9 tahun.

Hal demikian, disampaikan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi, Isnan Ferdian kepada Radar Sukabumi. Bahwa menurutnya, kasus tersebut telah inkracht setelah menjalani sidang di Pengadilan Negeri Cibadak Kelas IA Kabupaten Sukabumi, pada 27 Mei 2024 lalu.

Bacaan Lainnya

“Hasilnya, pelaku S itu telah divonis oleh hakim selama 9 tahun kurungan penjara saat disidang di Pengadilan Negeri Cibadak Kelas IA Kabupaten Sukabumi secara tertutup,” kata Isnan kepada Radar Sukabumi pada Rabu (19/06).

Saat menjalani sidang, sambung Isnan, terdapat beberapa hal yang memberatkan dan meringankan putusan terdakwa S.

Diantaranya, hal yang memberatkan yaitu mengakibatkan anak korban meninggal dunia dan tindakan tidak bermoral. Sementara, untuk meringankannya yakni, ia telah bersikap sopan dalam persidangan dan berterus terang saat menjalani persidangan.

“Awalnya itu, dia ini dituntut hukuman 10 tahun. Tapi, setelah divonis akhirnya terdakwa itu dihukum 9 tahun kurungan penjara,” tukasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa pelaku S telah didakwa dengan Pasal 80 ayat 3 jo pasal 76 c, pasal 82 UU nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3 KUHP. “Jadi, terdakwa ini, diputus dengan hukuman yang lebih rendah dari tuntutan jaksa,” bebernya.

Pasca putusan vonis tersebut, kata Isnan kepada Radar Sukabumi, bahwa pelaku S kini masih ditahan di Lapas Warungkiara. Rencananya, ia akan dieksekusi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung.

“Iya, karena terdakwa itu statusnya ABH. Maka, nanti akan dipindah ke lapas anak di Bandung. Saya masih berkoordinasi dengan pihak lapas,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *