Pemda Kabupaten Sukabumi

RRI Bogor Bantu Pantau Bencana Sukabumi

×

RRI Bogor Bantu Pantau Bencana Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Sekertaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri, saat memberikan sambutannya dalam pertemuan dengan Stasiun RRI Bogor di Aula BPR Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/12) .

SUKABUMI — Dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya resiko bencana alam di musim hujan, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi berkerjasama dengan Stasiun Relay Radio Republik Indonesia (RRI) Bogor.

Rencananya, Stasiun RRRI Bogor akan memasang program berupa alat untuk tanggap bencana nasional di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Kepala Stasiun RRI Bogor, Ahmad Suhartono mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah tentang pencegahan dan antisipasi terhadap bencana alam.

“Nanti kita akan menitipkan suatu alat yang dapat menerima informasi ketika terjadinya bencana. Alat ini berupa radio yang dapat menerima sinyal, jika terjadi bencana alam dan bisa di fungsikan sebagai radio juga,” jelasnya.

Menurutnya, kerja alat tersebut sangat sederhana dan cukup di sambungkan memalui aliran listrik, maka alat tersebut sudah bisa berfungsi.

“Alat ini perlu di pasang di Kabupaten Sukabumi, mengingat bencana alam sering terjadi di wilayah ini. Apalagi pada cuaca ekstrim seperti ini, harus segera diantisipasi agar dapat meminimalisir terjadinya resiko bencana alam,” imbunya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri menyambut baik program tersebut. Terlebih lagi, wilayah Kabupaten Sukabumi saat ini masuk dalam zona merah tingkat nasional. “Sehingga dimungkinkan potensi bencana sangat tinggi di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Untuk itu, ia sepakat dan akan terus mendukung program pencegahan untuk bencana alam tersebut. “Untuk teknis operasionalnya, nanti kita koordinasikan dengan BPBD dan Diskominfo yang membawahi radio,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, bahwa yang paling penting saa ini adalah bagaimana masyarakat mengetahui dan memahami informasi yang di dapat, sehingga masyarakat bisa menyikapi, memahami dan mengerti apa yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana alam.

“Jangan sampai dengan kurangnya sosialisasi, malah akan membingungkan masyarakat,” pungkasnya. (den/d)