CIKOLE— Pemerintah Kota Sukabumi mendukung sertifikasi bagi para tukang bangunan. Langkah tersebut untuk mendorong profesionalisme dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengatakan, sertifikasi yang dilakukan tersebut untuk lebih memanusiakan para tukang bangunan agar derajat ekonominya meningkat.
Sertifikasi akan memudahkan tenaga kerja mendapatkan pekerjaan sehingga meningkatkan kesejahteraan.
“Alhamdulillah kita bisa bersilaturahmi dan mendapatkan berbagai informasi khususnya terkait sertifikasi tukang bangunan, sehingga menjadi tenaga kerja yang profesional.
Dan segala sesuatu harus tersertifikasi,” ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi usia menerima audiensi dengan Dewan Pertukangan Nasional Perkumpulan Tukang Bangunan Indonesia (DPN Perkasa) Kota Sukabumi di Balai Kota Sukabumi, Kamis (7/4).
Diakuinya, berbagaii informasi dari hasil diskusi ini akan disampaikan ke dinas terkait untuk melakukan percepatan. Mudah- mudahan sambung Fahmi, langkah ini sebagai salah satu itikad baik untuk kolaborasi kedepannya dan disampaikan ke camat dan lurah yang lebih apal wilayah.
Nantinya ada sebuah Informasi yang jelas di setiap kecamatan, sehingga saat memobilisasi di wilayah sudah ada nomor kontak dan orang.
“Harapannya para tukang bangunan ini akan lebih profesional dalam menjalankan profesinya. Sehingga akan memberikan kepuasan kepada warga,” tambahnya.
Ketua Pengurus Bedeng Daerah DPN Perkasa Kota Sukabumi R Larasati mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi atas sambutan dari Walikota Sukabumi.
Menurutnya sertifikasi tukang bangunan merupakan hal baru dan akan terus disosialisasikan dengan membentuk pengurus bedeng cabang. “Hasil pertemuan ada dukungan dari pemkot terkait sertifikasi tukang bangunan, “ujarnya.
Menurutnya sertifikasi tukang bangunan merupakan hal baru dan akan terus disosialisasikan dengan membentuk pengurus bedeng cabang. Sehingga diharapkan pada 2022 ini akan mulai dilakukan sertifikasi tukang bangunan.
” Pada tahun ini di satu wilayah kami targetkan 700 tukang banguan tersertifikas. Upaya ini mendapatkan dukungan dari Kementerian PUPR dan Kementerian Tenaga Kerja,” pungkasnya. (cr1/t)






