Event nasional tahun ini, merupakan kegiatannya akhir dari periodisasi kepemipinan Jokowi. Sehingga, humman interest-nya sangat tinggi.
Ketika disinggung mengenai persiapan, Ajat mengaku, bahwa untuk mensukseskan kegiatan tersebut, ia telah melakukan berbagai kegiatan persiapan dari jauh-jauh hari, seperti melakukan rakor secara intensif. “Iya, jika dipersentasikan ada sekitar 70 persen untuk kesiapan dilapangan dan administrasinya. Ini kan waktunya sekitar 2 bulan lagi Insya Allah, bisa kita kejar dan sejumlah perangkat daerah juga sudah report untuk kesiapan selanjutnya,” tukasnya.
HCS ini dapat terselenggara karena inisiasi dari Apeksi atau Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia, dan dengan perkembanganya terkahir di Kota Semarang pada tahun 2022, Kabupaten Sukabumi telah ditunjuk sebagai tuan rumah untuk menyelenggarakan HCS ke 6 tahun 2024.
“Event Summit ini, merupakan kegiatan 2 tahun sekali atau tahun genap maupun tahun pembinaan kota sehat. Nah di Kota Semarang itu, telah memutuskan Kabupaten sukabumi sebagai tuan rumah dengan alasan karena Kabupaten Sukabumi sudah prestasi Wistara ke 3 kali,” ujarnya.
Selain itu, alasan lain Kabupaten Sukabumi telah ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan HCS tersebut, juga karena Kabupaten Sukabumi telah berhasil melakukan akselerasi percepatan ODF 100 persen. Sementara, alasan ketiganya ingin menguji Kabupaten sebagai penyelenggara HCS. Karena, sebelumnya event tersebut dilakukan di daerah kota-kota besar di Indonesia. Diantaranya, di Kota Bali, Kota Makasar, Kota Padang, Kota Tanggerang dan Kota Semarang.
“Jadi, ini sedang di coba bagaimana penyelenggara HCS bisa dilakukan di Kabupaten, karena ukurannya ketika kabupaten bisa melakukan HCS, maka kemungkinan kedepannya dapat dilakukan di Kabuapten lain juga. Sehingga, penyelenggaran HCS di Kabupaten Sukabumi ini, bisa dikatakan sebagai pilot project,” pungkasnya. (Den)






