PALABUHANRATU – Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi berupaya menangani sejumlah titik blank spot untuk keperluan publik dan suksesnya Pemilu 2024. Sekretaris Diskominfosan, Herdy Somantri mengatakan, upaya antisipasi itu terus dilakukan
“Memang tahun kemarin ada kegiatan untuk mengintervensi 23 titik desa untuk area blank spot. Sekarang kami lebih ke menarik beberapa vendor atau pengusaha-pengusaha yang bergerak di sistem jaringan untuk membantu Kabupaten Sukabumi, untuk membuka jaringan-jaringan di area blank spot tadi,” kata Herdy, Senin (26/6).
Sejauh ini, kata Herdy, terdapat beberapa perusahaan sistem jaringan yang akan masuk ke Kabupaten Sukabumi untuk melakukan kerjasama penanganan area blank spot.
“Kita sistemnya kerjasama, tapi pemda tidak mengeluarkan uang. Jadi lebih membuka akses ke BumDes sebagai pengelola nantinya kedepan, sehingga nantinya wilayah-wilayah yang area blank spot itu bisa dintervensi,” jelas Herdy.
Lanjut Herdy, saat ini pihaknya bersama perusahaan yang akan terlibat sedang melakukan survey beberapa titik lokasi wilayah yang masih mengalami blank spot di 96 desa.
“Untuk tahun sekarang di 115 titik. Nah kami telah intervensi sebanyak 23, berarti sisanya yang harus intervensi dari itu. Kami sedang melakukan survey ke titik-titik desa untuk diidentifikasi, untuk kedepannya bisa disediakan jaringan internet,” beber Herdy.
Dengan rencana tersebut, Herdy meminta pemerintah desa untuk membantu mengaktifkan keberadaan BumDes. Sehingga kedepan bisa menjadi peluang usaha penyediaan internet untuk masyarakat berjalan dengan baik.
“Kita hanya mengintervensi desa, jadi kalau misalnya desa yang memang ada yang blank spot. Bukan berarti kantor desanya tidak ada internet, tetapi dinyatakan bahwa desa tersebut ada daerah yang blank spot,” ungkap Herdy.
“Sejauh ini tersebarnya di selatan, kalau utara cenderung masih rampung, kalau selatan memang itu luar biasa dan kita harus intervensi satu-satu,” tandasnya.(ndi)






