“No one left behind. Kegiatan Forkesi ini adalah bukti nyata bahwa niat baik bisa diwujudkan dalam tindakan,” ujarnya.
Acara ditutup dengan pembagian hadiah lomba mewarnai, fotogenik, hifdzil quran, dan musik. Bagi anak-anak, momen ini bukan soal menang atau kalah, melainkan tentang diterima dan dihargai.
Bagi para orang tua, Forkesi adalah pelita harapan—tempat di mana mereka tidak merasa sendiri dalam perjuangan mendampingi anak-anak spesial tumbuh dan berkembang.(den/d)




