“Pak Asep adalah sosok pemimpin yang someah, selalu menyapa tanpa memandang jabatan. Beliau menanamkan rasa hormat dan tanggung jawab agar bekerja dengan hati demi masyarakat Sukabumi,” katanya.
Masyarakat mengenal Asep Japar bukan hanya dari kebijakan di kantor, tetapi dari kehadirannya di lapangan. Ia kerap meninjau proyek pembangunan, berdialog dengan warga desa, dan mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung. Filosofi kepemimpinannya sederhana: pemimpin adalah pelayan rakyat.
Hari lahir yang bertepatan dengan Hari Pahlawan menjadi simbol pengabdian. Bagi masyarakat Sukabumi, tanggal 10 November kini bukan hanya peringatan nasional, tetapi juga momentum merayakan lahirnya seorang pemimpin yang diharapkan menjadi teladan dan inspirasi generasi penerus.(den/d)






