Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi terobosan dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, terutama mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi kurang beruntung. “Program ini bisa menjadi jalan terang, mengubah nasib rakyat Indonesia dari keterbatasan menuju masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.
Masih ditempat yang sama, Kepala Sekretariat Komisi Nasional Disabilitas (KND), Herman Koswara, menambahkan bahwa pada tahap awal, Sekolah Rakyat akan memulai dengan empat rombongan belajar untuk tingkat SMP. Masing-masing rombel akan diisi oleh 25 siswa.
“Banyak anak dari desa tidak melanjutkan pendidikan karena SMP tidak ada di desa mereka. Program ini adalah solusi konkret yang menjembatani kesenjangan pendidikan,” katanya.
Sekolah Rakyat di Sentra Phala Marta ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026, tepatnya pada 12 Juli 2025 nanti. “Dengan semangat pemerataan dan keadilan sosial, program ini diharapkan menjadi titik balik dalam mengangkat masa depan generasi muda yang selama ini hidup dalam bayang-bayang keterbatasan,” pungkasnya. (den/d)






