SUKABUMI – Ribuan masyarakat di Palabuhanratu berbondong-bondong mendatangi Markas Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/5).
Mereka datang karena tercatat sebagai calon penerima bantuan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng yang disalurkan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.
Komandan Kodim/0622 Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Anjar Ari Wibowo mengungkapkan, sebanyak 1.000 orang masyarakat sekitar Palabuhanratu mendapatkan alokasi penerima manfaat bantuan langsung tunai minyak goreng.
“Semuanya sejumlah 12 ribu orang, tersebar di 38 kecamatan yang ada dibawah pembinaan kodim 0622, hari ini kita menyalurkan serentak di seluruh indonesia, di seluruh kodim kodim mulai hari ini,” ungkap Anjar.
Anjar menjelaskan, penyaluran bantuan sendiri dari 12.000 sasaran akan dilaksanakan selama 10 hari kedepan, namun apabila pelasksnaan lebih cepat dari target menurutnya akan lebih baik.
“Apabila lebih cepat itu akan lebih baik, Kodim 0622 sendiri kita membuat 15 posko untuk penyaluran, di koramil-koramil jajaran Kodim 0622, mulai dari Palabuhanratu, Cisolok, Simpenan, sampai dengan Tegalbuleud. Dengan ini, kita berupaya yang mendekat ke masyarakat untuk mendistribusikan bantuan,” jelasnya.
Anjar mengatakan, untuk penerimaan sendiri yang dialokasikan ke penerima manfaat sebesarRp 300.000 per orang. Dia pun berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat, khususnya pedagang kaki lima atau warung yang terdampak karena pandemi.
Anjar juga memastikan, penerima manfaat BLT minyak goreng yang disalurkan kali ini benar-benar masyarakat yang belum menerima bantuan sosial dari manapun.
“Saya memonitor sebelumnya ada Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kalau tidak salah, yang didistribusikan oleh perbankkan, nah kita mengalokasikan ini bagi yang belum menerima bantuan apapun,” sambungnya
Sehingga, kata Anjar dalam pendataan yang dilakukannya lebih selektif dengan dibantu oleh tim ITE mabes TNI, dimana saat data calon penerima manfaat diinfut dan apabila sudah menerima bantuan dari pemerintah akan terdeteksi.
“Apabila sudah menerima bantuan sebelumnya itu maka langsung tercatat, dan tidak memasukan penerima tahun ini.
Jadi 12 ribu orang penerima manfaat ini diyakinkan belum pernah menerima, kemarin beberapa kita coba infut nama yang sudah menerima, itu langsung tergambar tanda merah, itu berarti sudah menerima bantuan bantuan sosial lainnya,” pungkasnya. (cr2/d)






