CIKEMBAR – Warga Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar melakukan gotong royong perbaikan jalan raya milik pemerintah provinsi, di Kampung Gunungkalong, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Jum’at (8/12). Hal tersebut dilakukan karena jalan yang merupakan akses warga menuju tempat publik itu terancam putus setelah diterjang bencana longsor pada Jum’at (1/12) lalu.
Warga melakukan pengurugan jalan yang amblas sepanjang 20 meter dengan lebar sekitar 3 meter itu bekerjasama dengan perusahaan yang berada di wilayah tersebut. Ketua RW 5, Kampung Gunungkalong, Sutiawan (45) mengatakan, perbaikan jalan tersebut dilakukan karena melihat konstruksi jalan yang amblas itu nyaris putus.
“Jika tidak segera diperbaiki, maka aktivitas warga akan terganggu. Lantaran setengah badan jalan sudah amblas,” jelas Sutiawan kepada Radar Sukabumi, Jum’at (8/12).
Untuk itu, warga Desa Cibatu telah bekerjasama dengan salah satu perusahaan untuk melakukan penggurugan jalan yang amblas tersebut.
“Alhamdulillah ada perusahaan yang telah membantu dengan memberikan puluhan ton batu line stone dan ares untuk menutupi badan jalan yang berlubang akibat pergerakan tanah. Sementara untuk meratakannya kita menggunakan mesin gilas dari Dinas PU Bina Marga,” bebernya.
Seroang warga Kampung Cibatu Lanajaya, Kamaludin (32) menjelaskan, warga Desa Cibatu merasa prihatin melihat kondisi jalan yang rusak parah. Sehingga tidak sedikit pengendara roda dua maupun roda empat yang terjungkal saat melintas jalan berlobang tersebut.
“Jalan yang amblas ini jika tidak segera ditutupi batu ares, besar kemungkinam tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Karena setengah bahu jalan sudah amblas kerena tergerus longsor. Beruntung saja ada perusahaan yang mau memberikan puluhan ton batu ares untuk menutupi lobang ini,” paparnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah dapat segera memperbaiki jalan rusak itu. Sebab menurutnya, akses jalan tersebut merupakan jalan utama warga menuju tempat publik. Seperti, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), sekolah, pasar dan area publik lainnya.
“Jalan ini sudah dua tahun belum pernah diperbaiki oleh pemerintah. Saya berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk memperbaiki jalan yang berlubang itu. Apalagi, jalan yang terancam putus di Kampung Gunungkalong, konstruksi tanahnya sangat labil. Maka pemerintah seharusnya segera mengantisipasi agar tidak terjadi bencana susulan,” paparnya.
Seorang pengusaha yang telah memberikan bantuan untuk melakukan pengurugan jalan tersebut, Asep Juanda (47) warga Kampung Gunungkalong, Desa Cibatu mengatakan, pemberian bantuan berupa batu line stone dan batu ares tersebut sengaja dilakukan lantaran akses jalan terancam putus. “Sebanyak 256 ton batu bongkahan jenis line stone dan dan 155 ton batu ares telah diberikan untuk penutupan jalan amblas itu,” pungkasnya. (cr13/d)





