Ia menambahkan, tidak adanya sumber air untuk mengairi lahan pesawahan, menjadi kendala bagi petani dalam memaksimalkan pengelolaan lahan pertaniannya. Untuk itu, warga berharap agar pemerintah segera membantu nasib petani yang sangat mengharapkan saluran air itu untuk mengairi lahan pertaniannya.
“Saya berharap ada solusi dari pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini. Apalagi perbaikan ini untuk pembangunan saluran irigasi yang jebol, baru mencapai sekitar 25 meter. Sekarang banyak para petani yang hanya mengandalkan hujan atau sawah tadah hujan, agar petani lahan pertaniannya dapat ditanami padi,” pungkasnya.
(cr13/d)





