KABUPATEN SUKABUMI

Gelaran Healthy Cities Summit 2024 di Sukabumi, Harapan Bagi Pelaku Usaha Kecil dan Penginapan

×

Gelaran Healthy Cities Summit 2024 di Sukabumi, Harapan Bagi Pelaku Usaha Kecil dan Penginapan

Sebarkan artikel ini
Healthy Cities Summit 2024 Kabupaten Sukabumi

PALABUHANRATU – Wilayah Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi menjadi sorotan menjelang perhelatan Healthy Cities Summit (HCS) 2024 terutama desa Citepus.

Diki Permana, salah satu warga Desa Citepus, mengungkapkan pandangannya terkait dampak acara merupakan event nasional tersebut bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal di wilayah kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

bank BJB

Dimana, perhelatan atau event yang menurutnya gaungnya nasional namun dalam kenyataannya sejauh ini, meski sebagian masyarakat mungkin sudah mengetahui tentang HCS 2024 karena adanya sosialisasi melalui peraga, APK, atau baliho, ditambah adanya instruksi dari RW dan RT untuk menjaga kebersihan lingkungan serta memasang umbul-umbul dan baliho sebagai dukungan terhadap acara ini.

“Kalau RT RW sih itu kembali lagi ke pribadi masing masing, mungkin artinya harus keluar uang masing masing ataupun masyarakat, intinya kurangnya anggaran untuk pemasangan atribut, beban biaya harus ditanggung oleh masyarakat dan aparat desa secara pribadi,” ujar Diki.

Diki berharap HCS 2024, yang merupakan event nasional, dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha kecil, pedagang, dan pengelola penginapan di daerah wisata seperti Desa Citepus. “Sebagai tuan rumah, kita berharap event ini bisa menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan penginapan,” kata Diki.

Namun, kata Diki dalam kenyataannya, sangat menyayangkan adanya imbauan bagi pedagang untuk menghentikan aktivitas usahanya selama acara berlangsung, yaitu dari 28 hingga 31 Juli. “Sangat disayangkan karena tidak ada solusi atau kompensasi yang ditawarkan. Kami justru diminta menghentikan usaha sementara,” keluhnya.

Diki membandingkan event HCS 2024 dengan event nasional lainnya seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) beberapa tahun lalu yang sebelumnya pernah diadakan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, PON memberikan dampak yang signifikan bagi pelaku usaha kecil di daerah tersebut.

“Pada saat PON, dampaknya sudah terasa jauh-jauh hari sebelumnya. Sayangnya, HCS tidak memberikan dampak serupa, terutama bagi penginapan kecil,” tambahnya.

“Hingga saat ini, belum ada peningkatan pemesanan di penginapan kecil, dampak HCS mungkin lebih dirasakan oleh hotel-hotel besar tertentu yang merasakan dampaknya,” sambungnya.

Diki berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan penyelenggara untuk memberdayakan pelaku usaha lokal agar mereka bisa merasakan manfaat nyata dari pelaksanaan HCS 2024.

“Kita berharap ada strategi yang lebih baik agar event nasional seperti ini benar-benar membawa manfaat bagi semua lapisan masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum Dan Ketentraman Masyarakat (Tibumtranmas), Adang Hidayat menanggapi adanya untuk menghentikan aktivitas usahanya selama acara berlangsung itu hanya di sepanjang jalur
protokol saja.

“Jadi gini untuk surat itu kita ada hajatan (HCS) jadi pedagang itu menyesuaikan, kemarin juga kami sudah panggil para pengelola pedagang di kasih himbauan,” timpalnha.

“Agar clear khawatir ketika ada tamu atau kegiatan seremonial atau apa, jadi disitu kita menyesuaikan, agar tidak keliatan semrawut gitu, jadi lebih kepada penataan. Kan para tamu tamu kesini se indonesia, jadi kesannya jangan sampai tamu itu terlihat semrawut, kumuh,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *