CIEMAS – Untuk melestarikan flora dan fauna yang dilindungi di Kawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Tahun Anggaran 2024.
Kegiatan yang berlangsung, di Aula Kantor Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini dihadiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bogor serta Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu, yang berbagi pengetahuan mengenai pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.
Tidak hanya itu hadir dalam kesempatan tersebut. Sekretaris Camat Ciemas, Rukman Taupik, kepala Desa Cibenda Adi Rizwan, Satgas Konservasi Sumber Daya Alam, Komunitas Pokmasi, Paguyuban Alam Pakidulan Sukabumi (PAPSI), Kepala Resor SM Cikepuh dan CA Cibanteng BKSDA, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Kabid (Kepala Bidang) Tata Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi R. Deni Alam menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan tahun 2023, yang fokus pada perlindungan Burung Julang Emas di wilayah CPUGG, khususnya di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh.
Sebelumnya, kata Deni Alam jajaran DLH mendapat laporan keberadaan elang jawa di kawasan Suaka Margasatwa Cikepuh wilayah kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
“Iya kami menerima kabar dari BKSDA bahwa ada empat ekor Burung Julang Emas yang singgah di kawasan Hutan Cikepuh pagi ini,” ungkapnya.
Lanjut Deni Alam, tidak hanya fokus pada Burung Julang Emas, pada kegiatan kali ini juga mensosialisasikan pelestarian flora dan fauna serta keanekaragaman hayati di kawasan CPUGG secara menyeluruh. “Iya dengan tujuan agar spesies-spesies tersebut tidak punah,” jelasnya. (Ndi).
Sekmat Ciemas, Rukman Taupik, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut pasalnya bermanfaat untuk pengetahuan bagi masyarakat, terutama dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah Geopark Ciletuh.
“Pelestarian keanekaragaman hayati, terutama flora dan fauna di wilayah Ciemas seperti Burung Julang Emas dan beberapa spesies lainnya, membutuhkan kerja sama dari semua pihak,” timpalnya.
Rukman setelah digelarnya kegiatan tersebut masyarakat kedepan dapat ikut berpartisipasi melakukan mensosialisasi, bahwa betapa pentingnya menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati di kawasan CPUGGp (Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark).
“Dengan begitu, masyarakat dapat lebih memahami bagaimana cara menjaga kelestarian alam dan lingkungan sesuai dengan konsep CPUGGp didalamnya bagaimana memuliakan Bumi, Mensejahterakan Masyarakat,” pungkasnya. (Ndi)






