Ia berharap, dengan adanya wajib pesantren kilat dan bakti sosial, sekolah dapat bertransformasi menjadi laboratorium karakter. Output yang diharapkan bukan sekadar nilai akademik, melainkan perubahan perilaku dan penguatan iman siswa.
Instruksi ini menjadi pesan kuat bahwa pendidikan di Kabupaten Sukabumi tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual, tetapi juga mengedepankan religiusitas sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.(den/d)






