Warga Desa Padabeunghar Perbaiki Irigasi

  • Whatsapp
Warga saat gotong royong memperbaiki saluran irigasi Jentreng Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah.

PADABEUNGHAR – Petani padi di Kedusunan Padabeunghar dan Kedusunan Leuwipendeuy, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampangtengah, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, lahan pesawahan warga yang sebelumnya tidak bisa ditanami karena kekurangan air, kini bisa ditanami padi sebagaimana mestinya.

Kepala Desa Padabeunghar, Hendrik mengatakan, dari lahan seluas 42 hektare di dua kedusunan itu, terdapat sekitar 20 hektare lahan pertaniannya mengalami puso dengan kurun waktu lebih dari satu tahun.

Bacaan Lainnya

Ini terjadi lantaran irigasi Jentreng yang berfungsi untuk mengairi lahan pesawahan warga banyak jebol. Sehingga airnya tidak sampai ke lahan pertanian yang ada di kudusunan tersebut.

“Awalnya kita melakukan musyawarah bersama warga. Setelah itu, kita sepakat memperbaiki irigasi itu. Karena kita sudah lama menunggu dan menanti perbaikan irigasi dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dan pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun belum juga ada tanggapan,” kata Hendrik kepada Radar Sukabumi, Kamis (22/10).

Saat melakukan musyawarah, sambung Hendrik, warga terkendala dalam hal anggaran. Namun, berkat kegigihan petani dan kerjasamanya, akhirnya dalam musyawarah itu sepakat perbaikan irigasi itu dilakukan secara swadaya.

“Waktu muswarah itu kita bentuk panitia dan untuk anggaranya petani dibebankan untuk membayar sebesar Rp20 ribu per patoknya. Alhamdulillah, selama tiga bulan perbaikan irigasi ini selesai dan air sekarang sudah bisa mengalir ke lahan pesawahan warga,” paparnya.

Kondisi rusaknya saluran irigasi Jentreng tersebut sudah berlangsung lama dan bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Saluran irigasi itu rusak selain banyak jebol juga banyak yang tertimpa material longsoran. Sehingga air tidak sampai ke pesawahan warga. Kalau diperkirakan ada lima titik lokasi saluran yang rusak dengan panjang sekitar 700 meter,” ujarnya.

Pihaknya berharap setelah irigasi jentreng itu diperbaiki dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi warga sekitar, khususnya dalam bidang pertanian.

“Kalau anggaran perbaikan irigasi kita habis sekitar Rp80 juta. Alhamdulillah, sekarang petani bisa bercocok tanam lagi. Iya, kalau kemarin banyak lahan pesawahan yang terlantar. Bahkan, lahan pesawahan banyak yang mengalami puso lebih dari satu tahun,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *