KABUPATEN SUKABUMI

Desa Kebonpedes Pengekspor Buruh Migran Terbesar di Sukabumi

×

Desa Kebonpedes Pengekspor Buruh Migran Terbesar di Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Desa-Kebonpedes
Ketua SBMI Desa Kebonpedes, H. Epul Amarullah saat koordinasi terkait buruh migran bersama Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani dan Bhabinkamtibmas di Gang Jeddah

SUKABUMI – Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, merupakan salah satu desa di Kabupaten Sukabumi yang masuk pada daerah penyumbang buruh migran terbanyak di Sukabumi.

Bahkan, di desa tersebut terdapat sebuah jalan kecil yang dinamai Gang Jeddah. Ini terjadi karena warga yang melintasi jalan Gang Jeddah, tepatnya di Kampung Pamoyanan Pentas, Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, terutama pada kalangan wanita menjadi tenaga kerja wanita atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) luar negeri. Khususnya ke negara timur tengah.

Bank bjb Tandamata

“Sebutan Gang Jeddah ini berasal dari warga sendiri. Hal ini dikarenakan warga di sana banyak yang menjadi TKW di luar negeri. Jeddah merupakan nama wilayah di Arab Saudi,” kata Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani kepada Radar Sukabumi pada Senin (14/08).

Menurutnya, kebiasaan masyarakat telah menyebut Gang Jeddah ini sudah lama dan berlangsung hingga sekarang. Meskipun tidak semua warga di sana menjadi buruh migran di Arab Saudi. Melainkan ada yang ke Malaysia an negara lainnya.

Warga khususnya pada kalangan wanita yang ada di Gang Jeddah ini, dulunya banyak menjadi buruh migran yang sukses bekerja di Timur Tengah. Namun, ada sebagian lainnya yang pulang dalam keadaan bermasalah. Latar belakang para warga yang berangkat menjadi buruh migran mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu.

Untuk itu, kami selalu menggulirkan program pemberdayaan eks buruh migran yang diarahkan untuk berdagang, berkebun, bertani, dan kegiatan usaha lainnya.

Program pemberdayaan untuk keluarga eks buruh migran ini, dilakukan agar mereka tidak ada niat lagi untuk jadi pekerja migran kembali karena sudah berdaya secara ekonomi.

“Alhamdulillah saat ini, jumlah warga kami, khususnya di Gang Jeddah itu sedikit warganya yang bekerja ke luar negeri, jika dibandingkan dengan tahun 80 hingga tahun 90-an,” timpalnya.