KABUPATEN SUKABUMI

Cari Handmade Unik di Cekas Aja

×

Cari Handmade Unik di Cekas Aja

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Produk-produk hasil industri kreatif lokal Kabupaten Sukabumi, sudah lama mencuri perhatian masyarakat luas. Apalagi karya yang dihasilkannya unik dan jarang ditemukan di tempat lain. Seperti yang terdapat di Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Produk Cerdas, Kreatif, Anak Sukabumi (Cekas).

Produk kerajinan tangan (handmade) rumahan yang dikelola Kamil Lasvidi sejak 2012 itu, terletak di Jalan Cijabon RT20/07 Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Aneka jenis kerajinan berbahan dasar kayu diproduksi Kamil setiap hari seperti alat dapur, Alat Peraga Edukatif (APE), kotak tisu, rekal Alquran hingga tempat air mineral. Selain berkualitas, harganya terjangkau.

“Kami menjualnya mulai dari Rp30 ribu sampai ratusan ribu, tergantung model,”kata Owner Cekas, Kamil Lasvidi saat ditemui Radar Sukabumi di rumahnya, Rabu (3/10).

Produknya ia pasarkan ke tetangga sekitar dan pasar di wilayah Bogor. Rekal Alquran dibanderol Rp40 ribu/pcs (borongan,red) dan Rp50 ribu/pcs untuk eceran. Kotak tisu biasa dijual Rp50 ribu/pcs, tatakan gelas satu set Rp30 ribu, nampan Rp35 ribu/pcs, tempat air kemasan Rp60 ribu dan kotak tisu batok Rp60 ribu.

“Jika orderan lancar, omzet yang kami dapatkan dalam satu bulan bisa mencapai Rp15 juta dan Rp5 juta sampai Rp6 juta kalau orderannya kurang,”paparnya.

Ada dua jenis bahan baku yang digunakan Kamil, yaitu kayu dan batok kelapa. “Kayu yang kami gunakan adalah kayu pinus dan hampir menghabiskan satu kubik kayu dalam seminggu, tergantung orderan,”imbuhnya.
Kayu pinus ia dapatkan dari daerah Bojong, Kabupaten Sukabumi.

“Satu kubik kayu harganya Rp3,1 juta dan untuk batok kelapa saya membelinya di pengepul seharga Rp15 ribu/50 batok,”ulasnya.

Produk Cekas sudah masuk ke gerai pusat promosi, perdagangan hasil kerajinan dan oleh-oleh Sukabumi yang berada di Cisaat.

Sebelum bisa dijual di gerai ini, Kamil harus membuat miniatur terlebih dahulu seperti motor-motoran tiga dimensi dan mobil-mobilan. Setelah itu masuk pada proses pengetesan, dengan dicoba membuat segala bentuk yang diinginkan oleh pihak gerai.

“Sampai 40% produk kayu yang ada di gerai Cisaat itu hasil kerajinan Cekas dan kita pernah menjadi Juara I Pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat (Jabar) 2012 di Bandung mewakili Kabupaten Sukabumi,”tuturnya.

Produk kerajinan Kamil juga pernah diikutsertakan dalam event Pekan Kerajinan Jabar di Bandung, 2013 dan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, 2012.

“Saya tidak memasarkan produk ini via online, karena risikonya tiga kali lipat. Jadi kalau ada yang order harus ada stok banyak di rumah, sementara saya membuatnya terbatas kalau ada orderan,”bebernya.

Ia berharapan ke depan ada suntikan dana pengembangan usaha dari pemerintah. “Jadi kalau lagi sepi orderan, kita bisa menciptakan produk baru dari dana tersebut dan kami ingin ada binaan dari dinas perindustrian,”pintanya.

 

(pkl1/t)